Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bappenas Sebut Jika Tak Ada Bansos, Jumlah Orang Miskin RI Bakal Meroket

pada September 2020, angka kemiskinan naik 0,97 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 27, 55 juta orang.

Bappenas Sebut Jika Tak Ada Bansos, Jumlah Orang Miskin RI Bakal Meroket
WARTAKOTA/Nur Ichsan
BANTUAN SOSIAL PANGAN SEMBAKO - Pengurus E Warong Kenanga, menyalurkan bantuan sosial pangan sembako kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Rabu, (10/2/2021). Sebanyak 266 KPM di wilayah ini menerima bantuan pangan berupa telur ayam 15 butir, beras 10 kg, jeruk 1 kg dan daging ayam 1 ekor senilai Rp 200 ribu/KPM/bulan. Bantuan ini sangat bermanfaat membantu para KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka, terlebih di tengah kesulitan ekonomi akibat terdampak Covid-19. (WARTAKOTA/Nur Ichsan) *** Local Caption *** Penyaluran bantuan sosial pangan sembako 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mengklaim bantuan sosial yang disalurkan pemerintah selama pandemi Covid-19, berhasil menahan laju angka kemiskinan yang meluas.

Staf Ahli PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati mengatakan, bantuan sosial tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, tetapi ada 151 negara turut melaksanakan kebijakan perlindungan sosial untuk masyarakatnya di tengah pandemi.

Baca juga: LOGIN dtks.kemensos.go.id: Cek Bansos Tunai Rp 300 Ribu Maret 2021, Bawa KTP atau KK saat Mencairkan

"Bansos yang diselenggarakan pemerintah pusat, daerah dan masyarakat, terbukti efektif meredam dampak Covid-19," ucap Vivi dalam webinar, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2020, angka kemiskinan naik 0,97 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 27, 55 juta orang.

"Kalau dibandingkan data estimasi beberapa institusi, Bank Dunia, TNP2K, Smeru, dampak Covid-19 terhadap kemiskinan, terlihat tidak separah yang diestimasi para ahli tersebut," ucapnya.

"Jadi BPS pun melihat, bansos terbukti efektif meredam dampak Covid-19. Kalau tidak ada bansos di awal pandemi, estimasi ini bisa lebih besar lagi," sambung Vivi.

Tercatat, Smeru mengestimasi tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 0,56 hingga 3,2 persen per September 2020.

Bank Dunia memproyeksikan angka kemiskinan Indonesia meningkat 0,75 sampai 2,7 persen.

Sedangkan TNP2K, memperkirakan jumlah penduduk miskin di Indonesia melonjak antara 0,99 persen sampai 3,59 persen.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas