Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Sandiaga Orang Indonesia Habiskan Rp 150 Triliun untuk Berwisata ke Luar Negeri

Menurutnya, setiap tahunnya ada dana sekitar Rp150 triliun yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk berwisata di luar negeri.

Menteri Sandiaga Orang Indonesia Habiskan Rp 150 Triliun untuk Berwisata ke Luar Negeri
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Kuil Durga Maa, salah satu tempat ibadah umat Hindu yang unik dan menarik di Kota Tangerang, Kamis (7/1/2021). WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak agar warga masyarakat Indonesia untuk ikut menyukseskan gerakan nasional Bangga Berwisata di Indonesia.

Menurutnya, setiap tahunnya ada dana sekitar Rp150 triliun yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk berwisata di luar negeri.

“Jadi alangkah baiknya Rp 150 triliun ini kita realokasikan ke pariwisata di dalam negeri dengan “bangga berwisata di Indonesia. Karena untuk saat ini kita sedang fokus menggarap segmen wisatawan nusantara,” tutur Sandiaga, Jumat (5/3/2021).

Menparekraf Sandiaga menilai pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air berkaitan erat dengan upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Dia mengharapkan dukungan dari masyarakat dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia Raya.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Dukung Penggunaan Motor Listrik di Destinasi Pariwisata

“Kita harus patuh 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, jadi kita harus menekan angka penyebaran Covid-19,” kata Sandiaga.

Baca juga: Wisatawan Asing Merosot, Komite III DPD RI: Perlu Andalkan Wisatawan Domestik

Selain protokol kesehatan 3M, Sandiaga mengatakan dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 perlu dilaksanakan 3T (testing, tracing, treatment), dan pelaksanaan vaksinasi yang merata, terutama kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Jadi kita harus satu derap langkah menekan laju angka penyebaran COVID-19,” katanya.

Pengendalian angka penyebaran Covid-19, juga sangat berpengaruh terhadap langkah-langkah pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Seperti rencana penetapan Free Covid-19 Corridor di Bali dan Kepulauan Riau.

Sandiaga menuturkan sektor kesehatan dan perekonomian adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

“Kesehatan adalah panglimanya saat ini, data-datanyalah yang menentukan kita bisa membangkitkan ekonomi,” ucapnya.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas