Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pos Indonesia Garap Potensi Pasar Inklusi Keuangan di Indonesia

Terdapat kesenjangan antara target inklusi keuangan sebesar 90 persen dengan pengguna sistem keuangan saat ini yang berjumlah 50 hingga 60 persen

Pos Indonesia Garap Potensi Pasar Inklusi Keuangan di Indonesia
Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI -- Petugas PT Pos Indonesia melayani masyarakat yang membeli meterai baru seharga Rp 10 ribu, di Kantor Pos Besar, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2021). Meterai tempel seharga Rp 10 ribu mulai beredar di masyarakat untuk menggantikan meterai lama yang seharga Rp 6 ribu dan Rp 3 ribu. Meski begitu, meterai lama tetap berlaku hingga stok yang ada habis pada akhir tahun 2021 ini. Tribunnews/Herudin 

Dia menuturkan, terdapat kesenjangan antara target inklusi keuangan sebesar 90 persen dengan pengguna sistem keuangan saat ini yang berjumlah 50 hingga 60 persen.

Baca juga: Langgar Aturan Data Pribadi, Ada Sanksi Berat ke Lembaga Keuangan Non Bank 

"Gap sekitar 30 persen. PT Pos siap menyediakan sistem agar masyarakat yang belum terhubung sistem keuangan menjadi terhubung," tutur Faizal.

Otoritas Jasa Keuangan juga memiliki semangat yang sama dengan PT Pos. OJK yakin dapat berkontribusi dalam pencapaian target indeks inklusi keuangan 90 persen pada 2024. 

Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi menyatakan, OJK memiliki beberapa produk untuk pengembangan inklusi keuangan.

"Ada produk simpanan pelajar dengan program satu rekening satu pelajar.

Program ini untuk menjangkau pelajar di daerah.

Baca juga: Antisipasi Bencana, OJK Minta Lembaga Keuangan Non Bank Siapkan Genset, Ini Maksudnya

Saat ini terdapat 57 juta pelajar di Indonesia. Ini akan jadi backbone , potensi yang besar sekali untuk kita dukung percepatan target 90 persen itu," kata Edwin.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan untuk mencapai target inklusi keuangan Indonesia sebesar 90 persen, pemerintah tidak akan bekerja sendiri. 

Akan selalu ada kolaborasi yang terus didorong baik antar kementerian atau lembaga, sektor pribadi, dan masyarakat.

"Ada tren peningkatan inklusi keuangan Indonesia. Pada 2016 meningkat 67,8 persen, 2019 meningkat 76,2 persen, dan 2024 ditargetkan menjadi 90 persen," kata Semuel.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas