Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

OJK: Belum Ada BUMN yang Berencana Catatkan Saham di Bursa Tahun Ini

OJK menyatakan belum ada rencana perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pencatatan saham perdana di BEI

OJK: Belum Ada BUMN yang Berencana Catatkan Saham di Bursa Tahun Ini
ist
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Yunita Linda Sari (kiri) saat acara "Perkembangan dan Arah Pengawasan Perbankan serta Pasar Modal oleh OJK" di Bali, Jumat (9/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan belum ada rencana perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia tahun 2021 ini.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Yunita Linda Sari mengatakan, jumlah perusahaan yang minat dan sudah masuk pipeline IPO sudah lebih dari 80.

"Minat IPO ada 24, 68 di pipeline, yang menunda banyak juga, tergantung kebutuhan. Belum ada BUMN," ujarnya saat acara "Perkembangan dan Arah Pengawasan Perbankan serta Pasar Modal oleh OJK" di Bali, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Bantu Ribuan UMKM Kota Solo, Gojek Gandeng Pemkot, OJK, dan TPAKD Luncurkan Program Ekonomi Digital

Yunita menjelaskan, 1 tahun belakangan proses penggalangan dana atau fund raising di pasar modal cukup banyak, walaupun secara nominal tidak besar.

"Secara nominal tidak seberapa besar seperti 2 sampai 3 tahun lalu. Kalau sekarang jumlah emitennya tambah banyak, tapi rata-rata (nominal fund raising) yang dibutuhkan tidak sebanyak dulu, saat ini ada 671 emiten saham," katanya.

Baca juga: OJK Imbau Masyarakat Cek Legalitas Usaha Gadai Sebelum Putuskan Pinjam Uang

Sementara itu, dia menambahkan, jumlah investor pasar modal juga sudah lebih banyak yakni mencapai 4,5 juta single investor identification (SID).

"Peningkatan dari investor domestik ritel selama pandemi totalnya naik lumayan signifikan. Per Februari 2021 ada 4,5 juta SID, 1 SID ini bisa 1 orang investasi di saham atau reksa dana dan kalau berdasarkan gender, mayoritas laki-laki 63 persen, perempuan 37 persen," pungkas Yunita.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas