Faisal Basri: Porsi Penjualan Mobil Listrik di Negara-negara Nordik Sudah 54,3 Persen
penjualan mobil listrik di Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia, dan Islandia sudah lebih tinggi ketimbang diesel serta hybrid
Editor: Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom senior Faisal Basri mengatakan, penjualan mobil listrik di negara-negara Nordik yakni Norwegia, Swedia, Denmark, Finlandia, dan Islandia sudah lebih tinggi ketimbang diesel serta hybrid di 2020.
Faisal menjelaskan, kelihatannya era hybrid sudah akan selesai karena orang tidak mau tanggung-tanggung dengan langsung transformasi ke mobil listrik.
Baca juga: Tiga Sepeda Motor Listrik Garapan UBL Sukses Unjuk Gigi di IIMS Hybrid 2021
"Penjualan mencapai 54,3 persen dari keseluruhan di Nordic country. Naik dari 42,4 persen di 2019, dan hanya 1 persen di satu dekade lalu," ujarnya dalam webinar, Selasa (27/4/2021).
Menurut dia, negara-negara Nordik bisa mendorong penjualan mobil listrik dalam sepuluh tahun dari 1 persen sudah menjadi di atas 50 persen karena sadar akan komitmen energi bersih.
"Selain itu, mereka punya tabungan dari penjualan minyak sekira 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Sebagian digunakan untuk transformasi sektor energi," kata Faisal.
Baca juga: Toyota: Ekosistem Kendaraan Listrik Belum Terbentuk, Konsumen Perlu Terus Diedukasi
Lalu, untuk mengembangkan energi terbarukan itu dilakukan transformasi di 2011 dari porsi penjualan mobil listrik hanya 2,8 persen jadi 54 persen di 2020.
"Sementara, diesel itu dari 75,7 persen di 2011 menjadi 9 persen di 2020, tidak ada timbal lagi ini ya. Kemudian, BBM dari 20,1 persen jadi 8 persen dan mereka tidak ke transisi hybrid dulu, hijrahnya langsung ke mobil listrik," pungkasnya.