Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jaga Inflasi, Pemerintah Yakin Neraca Komoditas Bisa untuk Stabilisasi Harga

Keberadaan neraca komoditas akan menjadi referensi data yang menjadi pertimbangan pembuat kebijakan dalam menentukan strategi ekspor impor.

Jaga Inflasi, Pemerintah Yakin Neraca Komoditas Bisa untuk Stabilisasi Harga
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021). Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 3,75 persen yang konsisten dengan perkiraan inflasi tetap rendah dan stabilitas eksternal terjaga sebagai upaya bersama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyatakan, tujuan utama penyusunan neraca komoditas adalah untuk stabilisasi harga.

Sejumlah komoditas strategis dengan sumbangan inflasi yang besar terhadap perekonomian dipastikan akan masuk dalam neraca tersebut.

Nantinya, neraca komoditas akan diputuskan bersama dalam rapat terbatas Kemenko Perekonomian yang melibatkan seluruh kementerian dan lembaga di bawahnya.

"Dalam pembuatannya, pemerintah juga akan menggandeng Badan Pusat Statistik dan pelaku industri untuk melakukan proses sinkronisasi data," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud melalui keterangan resmi, Kamis (6/5/2021).

Musdhalifah memastikan keberadaan neraca komoditas akan menjadi referensi data yang menjadi pertimbangan pembuat kebijakan dalam menentukan strategi ekspor dan impor.

Baca juga: BI Perkirakan Inflasi April 2021 Sebesar 0,08 Persen

"Keberadaan neraca ini nantinya akan menjadi patokan yang dijadikan acuan industri memperoleh kepastian bahan baku dan bahan penolongnya sebagai upaya menciptakan kemudahan berusaha," katanya.

Selain itu, neraca komoditas yang saat ini sedang digodok pemerintah akan bisa mengatur kualitas produk untuk dapat digunakan sebagai bahan baku dan bahan penolong industri.

Dengan demikian, neraca komoditas nantinya tidak hanya memperhitungkan jumlah pasokan yang tersedia di dalam negeri, tetapi kelayakan penggunaannya oleh masyarakat dan industri.

Musdhalifah menjelaskan, setiap komoditas yang diatur dalam neraca harus memenuhi syarat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas