Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

'Disentil' Menhub soal Penumpukan Penumpang, KCI Tambah Petugas di Stasiun untuk Tertibkan Prokes

KAI akan melakukan penambahan petugas yang akan mengatur jalannya protokol kesehatan berjalan dengan ketat.

'Disentil' Menhub soal Penumpukan Penumpang, KCI Tambah Petugas di Stasiun untuk Tertibkan Prokes
Tribunnews.com, Reynas Abdila
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan tinjauan ke Stasiun Manggarai, Jumat (14/5/2021) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vice Presidents Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, mengatakan pihaknya akan mengantisipasi kepadatan yang terjadi pada penumpang Kereta Rel Listrik (KRL).

Hal itu sekaligus menjawab tudingan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengatakan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tidak profesional dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga terjadi penumpukan penumpang.

"Kami akan melakukan antisipasi, agar tidak ada penumpukan penumpang dengan mengoperasikan KRL tambahan sebanyak enam jadwal perjalanan," kata Anne saat dikonfirmasi, Sabtu (15/5/2021).

Ia juga menyebutkan, akan menambah petugas yang akan mengatur jalannya protokol kesehatan berjalan dengan ketat.

Baca juga: Antisipasi Kepadatan Pengguna KRL, KAI Commuter Jalankan 900 Perjalanan KRL Mulai Hari Ini

"Kita akan tambah petugas untuk menertibkan protokol kesehatan di sejumlah stasiun untuk menertibkan protokol kesehatan," ucap Anne.

Selain itu Anne juga beranggapan, KAI Commuter kewalahan dalam mengatur protokol kesehatan penumpang KRL khususnya di Stasiun Manggarai.

Baca juga: Libur Lebaran, Layanan KRL Jabodetabek Hanya Sampai Pukul 20.00 WIB

Pada hari kedua Lebaran, terlihat ada peningkatan jumlah pengguna yang memanfaatkan jasa layanan KRL commuter line dan kebanyakan adalah para pengguna musiman.

Sebelumnya Menhub Budi Karya menilai, pengaturan jumlah penumpang KRL tidak dilakukan secara profesional sehingga terjadi penumpukan dan berpotensi menjadi klaster Covid-19.

"Penumpukan yang terjadi di sektor transportasi KRL ini tentunya sangat tidak kita harapkan," ucap Budi Karya dalam keterangannya, Jumat (14/5/2021).

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas