Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Usai Insentif PPnBM Mobil, Kemenperin Bakal Usul Perpanjangan PPN Properti

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan kembali mengusulkan perpanjangan insentif pajak untuk sektor properti.

Usai Insentif PPnBM Mobil, Kemenperin Bakal Usul Perpanjangan PPN Properti
istimewa
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usai sukses mengusulkan perpanjangan relaksasi PPnBM 100 persen untuk mobil berkubikasi mesin 1.500 cc, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan kembali mengusulkan perpanjangan insentif pajak.

Kali ini insentif pajak yang akan diusulkan ialah relaksasi sektor properti dengan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah.

Baca juga: Tekan Impor Keramik, Menperin Bakal Usulkan Perpanjangan Safeguard

"Perpanjangan relaksasi PPnBM sudah disetujui. Kami saat ini sedang menunggu Peraturan Menteri Keuangan-nya. Selain PPnBM produk otomotif, kami dari Kementerian Perindustrian akan proaktif mengusulkan perpanjangan PPN di sektor properti ke pak Menko Perekonomian," ungkap Agus di Kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Perkuat Industri Keramik Dalam Negeri, Kemenperin Fasilitasi Kerja Sama ASAKI dan REI

Awal Maret lalu, pemerintah mengumumkan pemberian insentif sektor properti dengan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah.

Kebijakan ini berlaku sejak 1 Maret 2021 hingga 31 Agustus 2021, insentif PPN ini berlaku pada rumah tapak dan unit hunian rumah susun.

"Kami sadar bahwa sektor properti juga memiliki industri pendukung yang begitu besar. Ada 174 industri pendukung sektor properti. Jadi pasti industri ini memiliki daya ungkit luar biasa tinggi ke perekonomian," jelas Menperin.

Menurut data dari Real Estate Indonesia (REI), dengan adanya PPN ditanggung pemerintah terjadi kenaikan penjualan produk properti hingga 25 persen.

"Kami dari Kementerian Perindustrian akan proaktif untuk mengusulkan kepada pemerintah perpanjangan relaksasi PPN di sektor properti ini," ungkap Agus.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas