Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Sri Mulyani: Rekreasi dan Transportasi Jadi Sektor Paling Terimbas Kebijakan PPKM Darurat

PPKM Darurat juga akan berdampak pada menurunnya tingkat konsumsi masyarakat khususnya di kuartal III 2021.

Sri Mulyani: Rekreasi dan Transportasi Jadi Sektor Paling Terimbas Kebijakan PPKM Darurat
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Sejumlah pusat perbelanjaan dan swalayan di Ciputra Mall dan Gelael Kota Semarang terlihat sepi pengunjung, Kamis (1/6/2021). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, sektor rekreasi dan sektor transportasi akan menjadi sektor paling terdampak pengetatan atas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai Sabtu besok, 3 Juli 2021.

PPKM Darurat juga akan berdampak pada menurunnya tingkat konsumsi masyarakat khususnya di kuartal III 2021.

"Komponen yang berpotensi terdampak dari konsumsi non bahan pokok, adalah bidang yang sangat sensitif terhadap penularan Covid-19 yaitu transportasi dan rekreasi, juga bahkan pakaian," ujarnya saat konferensi pers secara virtual, Jumat (2/7/2021).

Menurut Sri Mulyani, dengan adannya pembatasan sosial lagi, maka kegiatan masyarakat akan terfokus di dalam rumah saja, sehingga mengurangi kebutuhan tersebut.

"Karena itu, orang tidak lagi keluar, maka mereka tidak lagi punya insentif untuk membeli, belanja bagian yang disebut alas kaki dan pakaian," katanya.

Baca juga: PPKM Darurat, Bus dan Taksi Maksimal 70% Kapasitas, Perjalanan Jauh Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Adapun, dia menambahkan, kekhawatiran munculnya varian delta dari virus Covid-19 yang mulai masuk juga pengaruhi laju investasi.

Baca juga: Selama PKM Darurat, Mal Harus Tutup, Restoran Hanya Boleh Layani Take Away

"Diperkirakan mulai terpengaruh oleh sentimen ini, mulai terjadi perlambatan (ekonomi) dan laju investasi, serta ekspor meskipun masih relatif terjaga. Lalu juga kita harus antisipasi terhadap pergerakan (virus), terutama karena terjadi di berbagai negara," pungkas Sri Mulyani.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas