Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Pasien Isoman Covid di Jatim Hampir 28 Ribu, Ketua DPD RI Ingatkan Pemda Rutin Pantau

Senator asal Jawa Timur ini juga meminta pemda memastikan terjaminnya asupan gizi dan logistik bagi pasien isoman.

Pasien Isoman Covid di Jatim Hampir 28 Ribu, Ketua DPD RI Ingatkan Pemda Rutin Pantau
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Petugas PT Pos menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 600.000 untuk dua bulan (Juni dan Juli) kepada keluarga terdampak Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengingatkan pemerintah daerah (pemda) di Jawa Timur untuk rutin memantau pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Pasalnya, jumlah pasien yang menjalani isoman di Jatim hampir menembus angka 28 ribu orang.

Berdasarkan informasi terakhir dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, sebanyak 27.910 pasien Corona, dari total 53.487 pasien, menjalani isoman. Sisanya berada dalam perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi terpusat (isoter).

Baca juga: Sumbang Rp 2 Triliun untuk Penanganan Covid-19, Akidi Tio Geluti Bisnis di Bidang Ini

“Sudah menjadi tugas pemda untuk memastikan keselamatan pasien Covid yang melakukan isoman. Pastikan segala kebutuhan seperti oksigen, obat-obatan, vitamin dan suplemen pasien Covid isoman bisa terpenuhi,” ujar LaNyalla, saat kunjungan kerja di Malang, Rabu (28/7/2021).

Senator asal Jawa Timur ini juga meminta pemda memastikan terjaminnya asupan gizi dan logistik bagi pasien isoman.

Apalagi, jika isoman dilakukan oleh seluruh keluarga dalam satu rumah. Menurut LaNyalla, pemberian obat-obatan dan vitamin saja tidak cukup.

“Pasien isoman tidak bisa keluar rumah. Bayangkan kalau satu rumah yang melakukan isoman, mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan makanan. Di sini Posko Pengamanan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan sangat penting,” tuturnya.

Baca juga: Mencari Jejak Akidi Tio di Kota Langsa, Penyumbang Rp 2 Triliun Untuk Tangani Covid-19 di Sumsel

LaNyalla mengatakan, Posko Pengamanan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan bisa mengatur mengenai pemberian logistik pasien isoman di wilayahnya. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk meringankan kondisi pasien Covid yang melakukan isoman.

“Jangan suruh mereka berpikir sendiri. Terutama untuk satu rumah yang melakukan isoman. Tugaskan pengurus RT/RW untuk memantau. Sediakan kebutuhan makanan pasien isoman dengan dana kas desa, atau ajak warga di sekelilingnya berpartisipasi dengan cara urunan (patungan) memberi stok makanan pasien isoman,” imbau LaNyalla.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas