Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hingga Juni 2021 TIRA Bukukan Pendapatan Rp 114,91 Miliar

Penjualan TIRA pada periode itu mengalami penurunan 15 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 134,77 miliar

Hingga Juni 2021 TIRA Bukukan Pendapatan Rp 114,91 Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun IHSG ditutup melemah 0,95% ke level 5.979,07. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 menekan performa PT Tira Austenite Tbk, emiten berkode saham TIRA ini.

Kinerja bisnis hingga periode Juni 2021 mengalami perlambatan.

Penjualan TIRA pada periode itu mengalami penurunan 15 persen menjadi Rp 114,91 miliar dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp134,77 miliar.

Presiden Direktur Tira Austenite  Selo Winardi mengatakan, beban pokok perusahaan juga mengalami penurunan dari Rp 88,09 miliar menjadi Rp 73,86 miliar.

Laba bruto turun dari Rp46,68 miliar menjadi Rp41,05 miliar.

"Laba usaha yang bisa diperoleh perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur dan penjualan produk elektronik ini mencapai Rp 3,51 miliar atau lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,71 miliar," katanya saat konferensi pers daring, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Laba PTPN Group Naik 2 Kali Lipat Lebih dari Posisi Rugi Tahun Lalu

Dikatakannya, penurunan kinerja disebabkan kondisi pasar dalam negeri yang mengalami perlambatan akibat Covid-19 khususnya divisi steel.

"Juga terkendala oleh kondisi global seperti harga baja dunia dan juga akibat kebijakan impor dari pemerintah yang diperketat," ujar Selo. 

Dijelaskannya meski dari sisi penjualan produk baja mengalami penurunan sebesar 24 persen pada periode itu, namun bisnis penjualan gas dan manufaktur justru mengalami peningkatan sebesar 33 persen.

Artinya penurunan penjualan yang terjadi pada satu sisi bisa dikompensasi oleh hasil penjualan dari divisi lainnya.

Terkait bisnis kedepan, manajemen Tira akan melakukan sederet transformasi bisnis khususnya divisi gas yang sebelumnya lebih untuk memenuhi kebutuhan ritel secara nantinya akan diupayakan dalam bentuk bulk.

"Selain itu juga bermitra dengan UMKM yang saat ini justru peluang pasarnya lebih besar. Kemudian akan dilakukan penguatan divisi manufaktur serta pada divisi baja," katanya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas