Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Mendag Lutfi Akui Aplikasi PeduliLindungi Sulit Diterapkan di Pasar Rakyat

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuturkan sejumlah pasar rakyat sudah diuji coba menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Mendag Lutfi Akui Aplikasi PeduliLindungi Sulit Diterapkan di Pasar Rakyat
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengunjung menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat akan menonton film layar lebar di bioskop CGV 23 Paskal, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021). Bioskop diizinkan kembali beroperasi di wilayah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 2 dan 3, termasuk Kota Bandung, dengan syarat menerapkan prokes ketat, usia minimal 13 tahun, dan memindai QR Code di aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke area bioskop. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuturkan sejumlah pasar rakyat sudah diuji coba menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

Hasil lapangan bahwa hal ini tidak mudah.

"Kalau tidak salah saya ada 14 sampling pasar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah. Tetapi hasil yang kita dapatkan mereka belum siap," tutur Lutfi dalam konferensi pers daring, Jumat (19/7/2021).

Baca juga: Mendag Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Terkendali di Masa PPKM

Ia mencontohkan pasar sederhana di daerah Bandung Jawa Barat yang baru divaksin baru 8,9 persen.

Apabila syarat aktivitas pasar harus 100 persen sudah divaksin sama saja memaksa mereka untuk tutup.

"Kita belum siap untuk menjalankan (aplikasi PeduliLindungi di Pasar, red)," tukasnya.

Baca juga: Cara Daftar Vaksin Covid-19 Secara Online Lewat PeduliLindungi

Lutfi menuturkan Kemendag ke depan akan menggandeng Kementerian Kesehatan agar pasar rakyat divaksin dosis kedua terutama pedagang dan masyarakat sekitar.

Menurutnya, vaksinasi secara masif di lingkungan pasar akan mengembalikan roda perekonomian sekaligus menambah omzet penjualan.

"Ini memang yang sedang kami kerjakan tidak hanya di pasar rakyat. Tetapi juga pusat perbelanjaan lain. Semata-mata agar warga memeroleh kenyamanan," imbuhnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas