Tribun Bisnis

Analis: Saham Bukalapak Masih Akan Tertekan

Pergerakan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) diprediksi masih akan terus tertekan, seiring masifnya aksi jual investor asing.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Analis: Saham Bukalapak Masih Akan Tertekan
Kontan
Bukalapak. 

Jumlahnya menyusut 25,33 persen dari jumlah kerugian pada periode sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 1,02 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, unicorn pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bukalapak mengantongi pendapatan neto Rp 863,62 miliar dalam enam bulan pertama 2021.

Pendapatan tersebut tumbuh hingga 34,67 persen dari raihan omzet neto pada semester I 2020 sebesar Rp 641,28 miliar.

Sejarah

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi era baru bagi pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pertama kalinya sebuah perusahaan startup teknologi unicorn secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI.

"Selain itu, dengan jumlah dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 21,9 triliun, menjadikan IPO Bukalapak sebagai yang terbesar dalam sejarah bursa saham di Indonesia," ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (6/8/2021).

Inarno berharap langkah BUKA ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan teknologi lain guna semakin meningkatkan kapitalisasi pasar modal tanah air.

“Kami menyambut Bukalapak ke dalam daftar ternama perusahaan publik di BEI. Momen ini merupakan sebuah tonggak sejarah dan era baru bagi BEI," katanya.

Sekadar informasi, Bukalapak menunjuk UBS AG Singapore Branch dan Merrill Lynch (Singapore) Pte. Ltd sebagai Koordinator Global Gabungan dan Agen Penjual Internasional (Joint Global Coordinators and International Selling Agents) untuk memasarkan IPO pada investor internasional.

Wiki Populer

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas