Tribun Bisnis

Pemerintah Dorong Belanja UMKM via e-Katalog, Qodari: Ide Jenius Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai kebijakan tersebut merupakan ide brilian yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional

Penulis: chaerul umam
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Pemerintah Dorong Belanja UMKM via e-Katalog, Qodari: Ide Jenius Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demi menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menargetkan pengadaan barang pemerintah dari Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) melalui platform e-katalog rata-rata bisa mencapai Rp 400 triliun per tahun.

Melalui e-katalog, Luhut meyakini mampu menciptakan UMKM baru yang berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 1,7 persen per tahun.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai kebijakan tersebut merupakan ide brilian yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional.

"Bagus sekali gagasan mengalokasikan Rp400 triliun itu untuk UMKM itu adalah cara cepat atau cara jenius untuk mengintegrasikan UMKM dan ekonomi Indonesia," kata Qodari, kepada wartawan, Minggu (13/3/2022).

Baca juga: Bobby Nasution Perintahkan Pengadaan Sepatu Dinas Harus Gunakan Produk UMKM

Qodari menambahkan proses digitalisasi yang ditawarkan e-katalog membuka pasar yang lebih luas bagi UMKM sehingga menyerap produk-produk yang dipasarkan.

"Membukakan pasar bagi mereka dan kemudian mengangkat harkat dan martabat mereka, itu jenius kenapa gak kepikir selama ini," ujarnya.

Qodari berpendapat kebijakan tersebut akan disambut baik oleh masyarakat terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah.

"Jadi saya yakin kepuasan masyarakat terutama menengah kebawah akan meningkat gara-gara itu," ucapnya.

Baca juga: MotoGP 2022 - Menanti Kemeriahan Stand UMKM di Area Dalam Sirkuit Mandalika

Namun, Qodari menyarankan supaya pemerintah mengatur secara detail prosedur proses transaksi pengadaan barang yang dibeli dari UMKM agar tidak menimbulkan kerancuan.

"Tapi PR nya adalah bagaimana supaya teknis-teknisnya dirapihkan, supaya jangan kontroversi," ucapnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Presiden Joko Widodo bakal meresmikan e-katalog Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 22 Maret 2022.

Menurutnya hal tersebut dapat mendorong perkembangan sektor UMKM dan mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

“Soal e-katalog, Presiden bakal launching pada tanggal 22 bulan ini,” kata Luhut.

Luhut menegaskan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp400 triliun yang ada di kementerian/lembaga untuk membelanjakan produk UMKM dalam negeri.

Alokasi dana itu dinilai akan mendorong pemanfaatan produk dalam negeri, menggeliatkan UMKM nasional, dan mendorong terciptanya usaha baru.

Merujuk hitungan Badan Pusat Statistik (BPS), bila dana itu diserap dengan baik dan benar, maka akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi hingga 1,71 persen.

“Dari hitungan BPS, itu menambah pertumbuhan ekonomi 1,71 persen. Jadi efisiensi itu membuat saya tidak ragu kalau kita (ekonomi) bisa tumbuh 6 persen,” ujar Luhut.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas