Imbas Invasi Rusia, Perusahaan Senjata AS Raup Cuan, Permintaan Rudal Terus Meningkat
Lockheed Martin pabrikan senjata terbesar di AS menyatakan perusahaannya mengalami kenaikan pemesanan sebanyak 2 persen
Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Sanusi
Hadirnya kedua rudal mematikan yang diklaim dapat meluluhlantakkan kota ini, lantas membuat publik bertanya–tanya tentang keunggulan dari rudal Patriot buatan Amerika serta S-400 besutan Rusia. Melansir dari situs Army Technology, reporter Tribunnews akan merangkum spesifikasi dari kedua rudal tersebut.
Patriot (MIM-104)
Kehadiran Patriot (MIM-104) digadang-gadang menjadi sistem pertahanan udara jarak jauh militer AS, bahkan kecanggihan rudal satu ini diklaim dapat melawan rudal balistik taktis, rudal jelajah, hingga pesawat canggih.
Diproduksi oleh Raytheon di Massachusetts dan Lockheed Martin Missiles and Fire Control di Florida. Rudal ini menggunakan sistem akuisisi target disertai daya ledak yang diletakkan di belakang bagian panduan terminal.
Hal ini membuat Patriot (MIM-104) dapat menciptakan ledakan hingga 90 kg dengan jangkauan 70 km di ketinggian lebih dari 24 km.
Tak hanya itu sistem rudal Patriot dirancang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi ancaman hanya dengan jarak 150 kilometer (93,2 mil), bahkan radar yang terpasang dalam rudal Patriot dapat membantu menembak target aerodinamis yang berjarak sekitar 400 km (248 mil).
Sementara untuk daya tembaknya rudal satu ini dapat mengunci hingga 36 target. Dimana radar Patriot (MIM-104) dapat mendeteksi 125 hingga 160 target berbeda pada waktu yang bersamaan.
Berkat kecanggihannya ini, rudal Patriot sukses dilirik oleh 18 negara besar di dunia termasuk Jerman, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Korea Selatan, Polandia, Swedia, Qatar, Uni Emirat Arab, Rumania, Spanyol, dan Taiwan.
S-400 Rusia
Dikembangkan oleh Biro Desain Pusat Almaz Rusia. Rudal satu ini dibuat untuk menggantikan sistem pertahanan udara S-300P dan S-200 Angkatan Darat Rusia.
S-400 sendiri dikembangkan sebagai upgrade dari seri terdahulunya. Hasil dari rombakan inilah yang kemudian menciptakan sistem pertahanan udara yang dapat terintegrasi dengan radar multifungsi, sistem deteksi dan penargetan otonom, sistem rudal anti-pesawat, peluncur, serta pusat komando dan kendali.
Canggihnya, radar akuisisi dan manajemen pertempuran Big Bird 91N6E yang dipasang pada S-400 didasarkan pada trailer 8x8, sehingga membuat radar S-400 dapat mendeteksi dan melacak pesawat, helikopter, rudal jelajah, peluru kendali, drone dan roket balistik hanya dalam jarak 600 km.
Tak hanya itu sistem S-400 juga memiliki berbagai jenis rudal yang dapat menembak musuh mulai dari 40 km (24,8 mil) hingga 400 km (248 mil).
Bahkan S-400 juga dapat menembakkan rudal balistik dengan jarak sekitar 60 km (37,3 mil), sementara untuk menembak target aerodinamis S-400 dapat meluncurkan rudal ke jarak 400 km (248 mil) di ketinggian 10 meter (32,8 kaki).
Rudal buatan Rusia ini bahkan sudah diperjual belikan ke 20 negara meliputi Bulgaria, Yunani, Kroasia, serta Slovenia, Belarusia, China, Turki, dan India.