Tribun Bisnis

Melantai di Bursa Efek Indonesia, Emiten Distributor Bahan Kimia KKES Dapat Respons Positif Investor

Perseroan mulai menawarkan sebanyak 300 juta saham baru lewat IPO, jumlah saham tersebut setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Melantai di Bursa Efek Indonesia, Emiten Distributor Bahan Kimia KKES Dapat Respons Positif Investor
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO).

Emiten distributor bahan kimia tersebut mendapat respons positif dari berbagai investor hingga oversubscribed sebanyak sekitar 30,45 kali.

“Perseroan mulai menawarkan sebanyak 300 juta saham baru lewat IPO, jumlah saham tersebut setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Perusahaan Distribusi Kimia KKES Patok Harga Penawaran IPO Rp 105 Per Saham

Saham yang bernilai nominal Rp10.- per saham tersebut ditawarkan di harga Rp105,- per saham sehingga Perseroan meraih total dana sebesar Rp 31,5 miliar. 

Saham tersebut akan tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2022.

KKES sebagai entitas anak dari PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) dengan kepemilikan 51 persen setelah go public, saham perusahaan CSAP akan berkurang menjadi 40,80 persen.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan besar bahan dan barang kimia, KKES memiliki peluang yang baik untuk berkembang ke depan karena produk-produk yang dimiliki baik existing maupun produk baru banyak digunakan di berbagai sektor industri manufaktur antara lain industri tekstil, industri plastik, cat, pipa kabel, dll.

Melihat prospek dan peluang yang baik pada industri kimia tersebut, Perseroan berupaya mengembangkan usahanya dan menghimpun dana lewat bursa saham.

Dana yang diperoleh dari IPO tersebut sebanyak 95 persen akan digunakan sebagai modal kerja untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis Perseroan.

Baca juga: Jhonlin Agro Raya Akan Melantai di Bursa, Simak Profil Perusahaannya

Sisanya sebesar 5 persen akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi Perseroan termasuk digitalisasi IT untuk sales, delivery, inventory dan logistic.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas