Potensi Pasar Propertinya Bagus, Pemkab Karawang Ajak Pengembang Berkolaborasi
Pemerintah Kabupaten Karawang mengajak pengembang properti untuk berkolaborasi membangun daerah tersebut menjadi kawasan bisnis dan komersial
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mendorong Kabupaten Karawang dari Kawasan Industri menjadi Kota Industri. Salah satunya dengan membangun Central Business District (CBD). ”Saya yakin mampu CBD dibangun di Karawang. Ajak kolaborasi pengembang besar itu kan ada Agung Podomoro Land yang sedang mengembangkan kawasan di sini juga,” tegasnya.
Baca juga: Inves Sekarang, Harga Properti Diprediksi Melambung Mulai Akhir 2022
CBD menurut Yayat sangat penting untuk mendukung transformasi Karawang menjadi Kota Industri. Terlebih kehadirannya akan mendorong pertumbuhan perekonomian yang lebih kuat secara jangka panjang. ”Perlu diingat bahwa Ibu Kota Negara akan pindah. Tidak tertutup kemungkinan pemilik pabrik di Karawang yang kantornya saat ini di Jakarta, pindah ke Karawang ketika di Karawang sudah siap dengan CBD-nya,” Yayat meyakinkan.
Setelah hal tersebut terjadi maka profil pekerja di Karawang semakin meningkat. Semakin banyak juga tenaga kerja asing yang berkantor di Karawang untuk kemudian mendorong peningkatan demand properti dan Kawasan bisnis.
Pengamat Properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, meyakini bahwa prospek properti di Karawang sangat positif dan berlangsung secara jangka panjang. ”Apalagi investasi yang terjadi baru-baru ini adalah dari industri High Tech seperti Data Center dan Kendaraan Listrik. Ini akan meningkatkan profil pasar serta sustainabilitas industri di Karawang karena banyak yang berkaitan dengan teknologi masa depan,” ungkapnya.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat, Joko Suranto, mengatakan Kawasan Industri memang harus disertai Kawasan Hunian. Hal ini sejalan dengan cita-cita Pemkab Karawang untuk menjadi Kota Industri.
”Kenapa Kawasan Industri harus disertai Kawasan Hunian? Karena untuk mengurangi traffic (kemacetan), menciptakan kenyamanan kerja, dan menciptakan efisiensi sehingga menciptakan multiplier effect yang luas dan positif,” kata Joko.