Tribun Bisnis

Nusron Wahid Minta Bank Indonesia Relaksasi Kebijakan tentang GWM

Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid mendesak Bank Indonesia selaku bank sentral untuk melakukan relaksasi kebijakan tentang giro wajib ninimum (GWM)

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Nusron Wahid Minta Bank Indonesia Relaksasi Kebijakan tentang GWM
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid mendesak Bank Indonesia selaku bank sentral untuk melakukan relaksasi kebijakan tentang giro wajib ninimum (GWM).

Hal itu mengingat target penaurab kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2023 meningkat dari Rp 373 triliun menjadi Rp 460 triliun.

"Dengan angka giro wajib minimum saat ini yaitu 9 persen, jelas akan membuat likuiditas perbankan menyusut, dan ujungnya berdampak pada melambatnya penyaluran kredit. Karena itu, hatus dilakukan relaksasi," kata Nusron Wahid dalam Raparta Kerja atau Raker Komisi VI DPR dengan Bank Himbara, Selasa (13/9/2023).

Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid Usulkan Subsidi Bunga untuk Nasabah Ultra Mikro

Seperti diketahui, GWM adalah simpanan yang wajib ditempatkan oleh perbankan di Bank Indonesia.

Aturan giro minimum bank konvensional kembali dikerek menjadi 7,5 persen pada 1 Juli 2022, dan menjadi 9 persen mulai 1 September 2022. 

Menurut Nusron, dengan kenaikan GWM ini dikhawatirkan bank akan mengerem kredit yang dikucurkan dengan argumentasi pemenuhan kewajiban terlebih dahulu.

"Itulah yang kemudian dikhawatirkan bisa berpengaruh pada melambatnya ekspansi dunia usaha," ujar Nusron.

Wakil Ketua Umum PBNU ini mengungkapkan, jika tidak ada relaksasi dari BI, dikhawatirkan akan mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit dan pembiayaan kepada dunia usaha.

"Bahkan, bisa jadi akan mengurangi juga kemampuan perbankan dalam partisipasi pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," terang Nusron.

Untuk relaksasinya, usul Nusron, kalau bisa GWM-nya dikurangi.

"Cukup 1 persen saja. Supaya tidak memberatkan bank. Apalagi saat ini sedang tidak terjadi krisis. Inflasi juga terkendali. Sehingga tidak perlu khawatir kalau uang yang beredar berlimpah," tegas Nusron.

Baca juga: Nusron Wahid Sebut BRI Inklusif, Buktinya Omset Nasabah KUR Meningkat

Nusron menambahkan, yang dibutuhkan negara saat ini adalah menggenjot pertumbuhan.

Karena itu, dibutuhkan banyak kredit, supaya ekonomi menggeliat.

"Apalagi bank-bank Himbara juga diharuskan untuk membantu berbagai program pemerintah seperti KUR dan program-program lainnya," pungkasnya. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas