Tribun Bisnis

Tingkatkan Kesejahteraan Desa Melalui Bandeng Presto, Ini Cerita Inspiratif Sufaati

Pada awalnya, bandeng presto dibuat untuk kalangan warga dalam skala kecil. Namun, seiring bergulirnya zaman, bandeng presto kini makin digemari

zoom-in Tingkatkan Kesejahteraan Desa Melalui Bandeng Presto, Ini Cerita Inspiratif Sufaati
Istimewa
Sri Sufaati, pemilik Bandeng Presto Sufaati. (Sumber: Istimewa) 

TRIBUNNEWS.COM - Bandeng presto adalah olahan ikan khas indonesia memiliki cita rasa yang unik.  Makanan ini biasanya dibumbui dengan bawang putih, garam, dan kunyit, serta dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto.

Pada awalnya, bandeng presto dibuat untuk kalangan warga dalam skala kecil. Namun, seiring bergulirnya zaman, bandeng presto kini makin digemari banyak orang, bahkan menjadi oleh-oleh wajib jika berkunjung ke Kota Semarang.

Sri Sufaati adalah salah satu penggiat UMKM yang sukses melihat peluang untuk mengkomodifikasi Bandeng Presto.

Berjualan sejak tahun 1999, warga asli Desa Dukutalit, Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah, ini berhasil mempertahankan dan mengembangkan usahanya hingga sekarang.

Sufaati memproduksi bandeng presto setiap harinya dengan menjaga dan mengawasi setiap prosesnya, sehingga menghasilkan produk bandeng presto yang berkualitas.

Sufaati tak sendirian dalam mengembangkan usahanya. Ia tergabung bersama para warga desa dalam sebuah klaster pengolah dan pemasar bandeng presto Klaster UD Rahma. Dirinya juga merupakan ketua dari klaster tersebut.

Ikan Bandeng Presto Sufaati. (Sumber: Istimewa)
Ikan Bandeng Presto Sufaati. (Sumber: Istimewa) (Istimewa)

Winarso, salah satu anggota dari klaster UD Rahma, mengakui bahwa makin pesat perkembangan bandeng presto, makin positif pula dampaknya pada kondisi ekonomi warga Dukutalit.

“Bandeng presto yang selama ini memberikan dampak positif secara ekonomi terutama warga sekitar. Dengan adanya bandeng presto, sebagian besar warga mulai mengembangkan usaha ini,” ujar Winarso.

Bangkit lewat bantuan dana usaha

Tak dapat dimungkiri, pandemi yang menyerang sejak dua tahun lalu sempat mematahkan kemulusan proses usaha klaster bandeng presto.

“Itu biasanya saya tiap harinya dua kuintal, bisa menurun menjadi satu kuintal atau kurang. Jadi untuk pembayaran anak-anak yang kerja di sini, saya kurangi sedikit mengingat penghasilan agak berkurang,” ujar Sufaati.

Namun, berkat ketekunannya, Sufaati bersama klaster bandeng presto berhasil bertahan melewati situasi buruk tersebut.

Untungnya ada BRI yang selalu berfokus membantu UMKM untuk mempertahankan bisnisnya.

Lewat program inklusi keuangan dan Klasterku hidupku yang diberikan oleh BRI, Sufaati bisa mendapatkan bantuan dana dan sarana penunjang produksi untuk mencegah kerugian yang berkepanjangan di masa pandemi.

Klaster Bandeng Presto UD Rahma. (Sumber: Istimewa)
Klaster Bandeng Presto UD Rahma. (Sumber: Istimewa)

Tak hanya itu, sebelum ada dukungan pembiayaan dari BRI, Sufaati merasa kesulitan untuk berbelanja ikan segar dengan pembayaran yang lancar. Namun, bantuan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sangat memberikan perubahan yang signifikan dalam kelancaran transaksi Sufaati.

“Sebelum dapat dukungan pembiayaan dari BRI, kalau mau belanja ikan segar di pasar, itu pembayarannya agak tersendat. Sekarang saya dan kelompok dapat KUR BRI dan saya kalau beli bandeng segar di pasar Juwana jadi lebih tepat dan mudah,” jelasnya. 

Berkat KUR BRI jugalah usaha klaster bandeng presto pun makin berkembang pesat dan tak lagi mengalami kesulitan yang berarti.

Ditambah, yang tak kalah penting, para warga Desa Dukutalit pun tetap bisa mendapatkan pekerjaan demi meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Berkat bantuan KUR BRI pulalah Sufaati memiliki peluang terus berinovasi pada produk dan usahanya. Kini, bandeng presto olahannya bisa dinikmati siapapun dengan membelinya langsung, atau bahkan dibeli secara daring.

“Pembeli yang datang ini ada yang membeli secara langsung dan ada yang membeli secara online,” ujarnya.

Bersama anggota klaster lain, Sufaati berkomitmen mengembangkan usahanya dengan dukungan dari BRI yang selalu setia mendampingi kemajuan UMKM.

Berkat konsistensinya, ditambah dengan sokongan dari BRI, Sufaati pun mulai berinovasi dengan menjajakan produk-produk inovatif lainnya, seperti pepes bandeng, bakso bandeng, otak-otak, kerupuk ikan dan cumi, terasi, maupun kecap khas Juwana.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada BRI yang sudah membantu saya dan  Klaster Bandeng Presto UD rahmah. Adanya bantuan dari BRI, usaha saya dan teman-teman bisa berjalan dengan lancar dan berkembangan dengan baik,” tutupnya.

Ingin tahu lebih lengkap kisah inspiratif Sufaati dan para warga Desa Dukutalit mengembangkan produk bandeng presto jadi oleh-oleh favorit? Saksikan di kanal YouTube BRI!

Penulis: Muh. Fitrah Habibullah | Editor: Bardjan

Ikuti kami di
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas