Tribun Bisnis

Jaga Stabilitas Harga Beras Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, NFA Bakal Gelar Operasi Pasar

NFA bakal menggelar operasi pasar dengan mengoptimalkan cadangan beras Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras jelang Natal dan Tahun Baru

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Sanusi
zoom-in Jaga Stabilitas Harga Beras Jelang Natal dan Tahun Baru 2023, NFA Bakal Gelar Operasi Pasar
HO
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi. NFA bakal menggelar operasi pasar dengan mengoptimalkan cadangan beras Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi menyampaikan, pihaknya bakal menggelar operasi pasar dengan mengoptimalkan cadangan beras Bulog untuk menjaga stabilitas harga beras jelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Arief menjelaskan, cadangan beras Bulog per November ini berada di posisi 569 ribu ton, sehingga untuk stabilisasi pada November-Desember diperlukan pelepasan stok sekitar 150-200 ribu ton per bulan.

Menurutnya, intervensi pasar guna menjaga agar harga beras tetap terkendali dan tidak membebani inflasi.

Baca juga: Pemerintah Beli Beras di Luar Negeri, Zulkifli Hasan: Kasih Kesempatan Bulog dan Mentan Penuhi CBP

"Di semester ke-2 ini khususnya November-Desember menjelang Natal dan Tahun Baru memang waktunya kita melepas stok untuk pengendalian harga. Terlebih pemerintah menargetkan inflasi di November dan Desember ini turun agar tidak melebihi angka pertumbuhan ekonomi," kata Arief, dikutip Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut, Arief mengatakan, melalui aksi operasi pasar tersebut, dia menargetkan stok beras di tingkat masyarakat tersedia serta stabilitas harga dapat terjaga.

"Kita akan optimalkan stok Bulog yang tersedia sekarang sekitar 569 ribu ton, sambil terus melakukan penyerapan. Memang target kita stok beras Bulog di akhir tahun 1,2 juta ton dengan mengutamakan produksi dalam negeri, tetapi apabila sampai waktunya belum juga bisa terpenuhi, terpaksa last option harus kita cukupi dari luar," ungkapnya.

Baca juga: VIDEO Kata Mendag, Indonesia Telah Beli Beras dari Luar Negeri: Buat Jaga-jaga Penuhi Stok Cadangan

Di sisi lain, Arief memaparkan, berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan produksi beras pada November mencapai 2,2 juta ton dan Desember 1 juta ton.

Sementara, kebutuhan konsumsi beras di angka 2,5 sampai 2,6 juta ton per bulan. Dia menegaskan kebutuhan beras Natal dan Tahun Baru dinilai cukup.

"Kita menjamin stok beras cukup, jadi masyarakat jangan khawatir dan tidak perlu panik dengan berbelanja berlebihan, karena pemerintah akan menjaga agar stok beras ini bisa tersebar merata di masyarakat," tegasnya.

Terakhir, Arief mengatakan, upaya menjaga stabilitas harga beras jelang Natal dan Tahun Baru tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, yang meminta agar semua pihak memperhatikan kesiapan bahan pangan dan energi setiap menjelang hari besar keagamaan dan nasional.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas