Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Begini Nasib Program Jokowi Soal Hilirisasi Usai Anjloknya Harga Nikel Global

Indonesia tengah mendorong produk-produk hilirisasi nikel yang perlahan masuk ke tahapan yang lebih tinggi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Begini Nasib Program Jokowi Soal Hilirisasi Usai Anjloknya Harga Nikel Global
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo saat melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1/2022). Proyek bernilai sebesar USD 2,1 juta atau setara dengan Rp 30 trilliun tersebut merupakan kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat, Air Products. Proyek ini akan mengubah 6 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME setiap tahunnya. Menurut Presiden Jokowi, hilirisasi batu bara menjadi DME akan bisa menekan impor elpiji yang mencapai kisaran Rp 80 triliun. Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev 

Meskipun harga nikel global yang kini dalam posisi menurun.

Hal ini dikarenakan produksi kendaraan listrik global diproyeksikan terus meningkat.

Pertumbuhan ini tentunya turut mendongkrak permintaan baterai kendaraan listrik.

"Intinya investasi hilirsasi nikel masih menarik kalau asumsinya industri mobil listrik Indonesia berkembang pesat, maka baterai listrik itu masih diminati," ungkap Fahmy.

"Dan investor yang masuk dalam industri baterai di Indonesia ini saya kira masih menilai profitable dan ke depan pasarnya masih cukup besar," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas