Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di Kuartal I 2024

Amalia mengatakan, hal tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.288,3 triliun

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di Kuartal I 2024
Tribunnews/Bambang Ismoyo
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2024. Namun menurun 0,83 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV 2023.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, hal tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.288,3 triliun dan PDB atas dasar harga konstan Rp 3.112,9 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2024 bila dibandingkan dengan triwulan I 2023 atau secara YoY tumbuh sebesar 5,11 persen," kata dalam Rilis BPS, Senin (6/5/2024).

Baca juga: Dampak Perang Iran vs Israel bagi Ekonomi Indonesia, Pengamat Ungkap 3 Strategi untuk Antisipasi

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati berpendapat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2024 diatas 5 persen didukung oleh permintaan domestik yang kuat.

"Pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1-2024 diperkirakan akan tetap berada di atas 5 persen dan menguat dibandingkan triwulan ke-4 tahun 2023," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (3/5/2024).

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) itu menyebut, pertumbuhan tersebut turut didorong oleh kebijakan pemerintah dalam menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan hingga tunjangan hari raya dan tunjangan kinerja sebesar 100 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kebijakan APBN dengan menaikkan gaji ASN dan pensiun, serta memberikan tunjangan hari raya dengan tunjangan kinerja 100 persen, memberikan dukungan pada belanja pemerintah yang memperkuat belanja masyarakat atau daya beli masyarakat," tutur dia.

Selain itu, Sri Mulyani menyebut investasi bangunan juga lebih tinggi dari perkiraan ditopang oleh berlanjutnya proyek strategis nasional (PSN) di sejumlah daerah. Serta aktivitas konstruksi properti swasta sebagai dampak positif dari insentif yang diberikan oleh pemerintah.

"Kinerja ekspor diperkirakan masih belum cukup kuat sejalan dengan moderasi harga-harga komoditas dan lemahnya permintaan global. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diperkirakan tetap berada di sekitar 5 persen," ungkap Sri Mulyani.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas