Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Menperin: IHYA Mengakselerasi Pertumbuhan Industri Halal Indonesia 

IHYA menjadi potensi baru untuk mengakselerasi pertumbuhan brand halal di Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Menperin: IHYA Mengakselerasi Pertumbuhan Industri Halal Indonesia 
handout
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita 

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani 

 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) menjadi wadah mendukung pertumbuhan industri halal, sekaligus langkah akselerasi perkembangan dan pemberdayaan industri halal nasional.

Pada pelaksanaan kegiatan IHYA 2024, seperti tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Perindustrian melibatkan berbagai stakeholders lintas sektor dari kalangan lembaga pemerintah, non-pemerintah, industri, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan akademisi pada tahapan penjurian serta penetapan rekomendasi pemenang.

Keterlibatan multistakeholder dalam kegiatan IHYA 2024 menjadi penting, karena menjadikan IHYA sebagai kegiatan kolaboratif dari berbagai elemen, tidak hanya kegiatan Kemenperin semata. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan IHYA menjadi potensi baru untuk mengakselerasi pertumbuhan brand halal di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

"IHYA menjadikan brand untuk kemajuan sektor industri halal Indonesia, sekaligus menjadi representasi visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia," tutur Agus dalam keterangannya, Sabtu (28/9/2024). 

IHYA juga diharapkan menjadi ajang penghargaan yang berkredibilitas tinggi dan menjadi media kurasi industri halal terbaik di Indonesia.

"Harapan kami, melalui IHYA, Kementerian Perindustrian dapat ikut memperkuat ekosistem ekonomi syariah pada umumnya dan industri halal khususnya," imbuhnya.

Tahun ini, Menperin memberikan kepada 22 penerima penghargaan IHYA 2024 yang terdiri dari delapan kategori. Kategori pertama, Inovasi Halal Terbaik (Best Halal Innovation) yang meliputi CV Batik Teknologi Indonesia, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Universitas Ahmad Dahlan, serta Majelis Ulama Indonesia.

Kedua, kategori Program Sosial Kemasyarakatan Terbaik (Best Social Impact Initiatives), yang meliputi PT Paragon Technology and Innovation, Politeknik AKA Bogor, serta Yayasan Rumah Zakat Indonesia.

Baca juga: Produk Batik Wajib Miliki Sertifikat Halal, Cara Ini yang Digunakan Kemenperin Dukung Industrinya

Ketiga, merupakan kategori Rantai Pasok Halal Terbaik (Best Halal Supply Chain), yang diraih oleh PT Dexa Medica.

Keempat, kategori Industri Kecil Terbaik (Best Small Industry), yang meliputi PT Alindra Berkah Cemerlang, CV Paradise Batik, CV Kay Nusa Bihaka, PT Followme Indonesia dan PT Osadha Nusantara Group.

Kelima, kategori Kawasan Industri Halal Terbaik (Best Halal Industrial Estate), yang diraih Halal Industrial Park Sidoarjo (PT Makmur Berkah Amanda Tbk).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas