Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Prabowo: Pakar yang Dukung Impor Pangan Pikirannya Sesat

Pemerintah berupaya keras menekan impor pangan dan mendorong swasembada energi, yang diperkirakan tercapai dalam 4 hingga 5 tahun mendatang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Prabowo: Pakar yang Dukung Impor Pangan Pikirannya Sesat
Sekretariat Presiden
PAKAR SESAT - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan dari negara lain. Ia menyebut pakar yang mendukung kebijakan impor sebagai orang yang sesat pikirannya. 

"Sudah saatnya negara ini lepas dari jeratan kartel impor pangan. Selama ini kita terlalu bergantung pada segelintir importir besar yang mengatur harga dan distribusi bahan pangan pokok. Ini jelas merugikan rakyat," ujar Amin di DPR, Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Praktik kartel impor membuat harga pangan menjadi mahal. Karena itu, menurut dia, langkah Presiden Prabowo Subianto yang ingin menghilangkan praktek kartel dengan menghapus kuota impor patut didukung. 

Hal itu karena kuota impor selama ini menciptakan struktur pasar oligopoli, di mana segelintir pelaku impor mengontrol harga yang merugikan konsumen. Amin mendukung rencana penghapusan sistem kuota impor yang dinilai menjadi akar dari terbentuknya kartel pangan.

Menurutnya, sistem kuota selama ini menciptakan ruang sempit bagi para pemain baru, sehingga hanya segelintir pihak yang bisa menikmati keuntungan dari impor pangan.

 

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas