CSIS: Konflik AS–Venezuela Masih Minim Dampak ke Indonesia
CSIS menyarankan diversifikasi pasar dan komoditas, mengurangi ketergantungan pada AS dan China, serta memperkuat energi terbarukan.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
"Pasar kita enggak hanya tergantung oleh China ataupun oleh AS saja gitu. Ada Uni Eropa, ada yang lain. Intinya sih diversifikasi," ujar Deni.
Selain diversifikasi pasar, Deni juga menekankan pentingnya diversifikasi komoditas.
Ia menilai kenaikan harga minyak dunia ke depan bisa berdampak ke komoditas lain seperti batu bara.
"Misalnya kayak ketergantungan kita terhadap oil coba kita kurangi dengan biofuel, walaupun di sisi lain dia ada dampak negatifnya, tapi itu kan upaya diversifikasi," ujar Deni.
"Kalau bisa kita mengarah ke renewable energy gitu ya yang enggak tergantung lagi fuel atau coal gitu," lanjutnya.
Terbaru, Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah sementara Venezuela telah menyepakati penyerahan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat.
Minyak tersebut akan dijual di pasar dengan harga pasar, dan hasil penjualannya akan sepenuhnya berada di bawah kendali Trump sebagai Presiden AS, untuk memastikan dana digunakan demi kepentingan rakyat kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat, melalui unggahan di media sosialnya.
Ia menyebut, minyak Venezuela itu akan dijual dengan harga pasar, namun seluruh hasil penjualannya akan berada di bawah kendali dirinya sebagai Presiden AS.
Trump mengeklaim, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dana digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
“Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera mengeksekusi rencana ini,” tulis Trump, sebagaimana dilansir CNBC.
Menurut Trump, minyak tersebut akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan langsung dibawa ke pelabuhan bongkar muat di Amerika Serikat.
Ia juga menyebut minyak yang diserahkan Venezuela sebagai minyak berkualitas tinggi dan berada dalam kategori “disanksi”.
Pernyataan ini muncul tiga hari setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama istrinya di Caracas dan membawa mereka ke New York.
Maduro kini menghadapi dakwaan konspirasi perdagangan narkoba di pengadilan federal AS.