Ditemui di KPK, Airlangga Buka Suara Soal Pelemahan Rupiah di Awal 2026
Airlangga meyakini bahwa pondasi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang positif.
Penulis:
Ilham Rian Pratama
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Pemerintah akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang belakangan ini menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS)
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meyakini bahwa pondasi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang positif
- Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan mata uang Garuda tidak terlepas dari dinamika pasar keuangan global pada awal tahun 2026
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang belakangan ini menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
"Mengenai rupiah, tentu kami akan lihat ke depan," kata Airlangga.
Meski terjadi fluktuasi nilai tukar, Airlangga meyakini bahwa pondasi ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang positif.
Ia menekankan bahwa indikator-indikator utama seperti kinerja ekspor dan cadangan devisa masih terkendali.
"Secara keseluruhan, sebetulnya fundamental ekonomi baik dari ekspor dan juga terkait dengan devisa relatif aman," ujarnya.
Tujuan Airlangga ke KPK
Airlangga bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kata Airlangga, pemerintah menerima masukan KPK terkait penilaian risiko atau risk assessment terkait pembelian energi ke Amerika Serikat oleh PT Pertamina dan pembelian pesawat oleh PT Garuda Indonesia Tbk.
Dia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan dua Peraturan Presiden (Perpres) terkait dua hal tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mengatakan kementeriannya tidak membahas soal kasus korupsi yang menjerat pegawai pajak.
“Pajak tidak kita bahas ya tadi ya. Silakan sedang berproses,” ujar dia.
Selain Airlangga, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wamen ESDM Yuliot Tanjung tiba di Gedung Merah Putih, KPK
Bank Indonesia soal Rupiah
Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan mata uang Garuda tidak terlepas dari dinamika pasar keuangan global pada awal tahun 2026.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G Hutapea, menjelaskan bahwa tekanan eksternal cukup mendominasi.
"Tekanan tersebut bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan," jelas Erwin di Jakarta, Rabu.
Baca tanpa iklan