Purbaya Tanggapi Trenggono: Dia Suka Promosi Kapal Banyak, Tapi Dicek ke Galangan Tak Ada Order
Purbaya menyebut, dirinya mengecek ke perusahaan galangan kapal soal sudah ada atau belumnya order kapal dari Kementerian KP.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Purbaya menyebut belum ada order kapal ke galangan meski anggaran disebut telah disetujui.
- Trenggono menegaskan dana bersumber dari pinjaman luar negeri dan masih berproses.
- Purbaya menyatakan pinjaman tetap melalui Kemenkeu dan membuka kemungkinan datanya keliru.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons kembali pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan RI (KP) Sakti Wahyu Trenggono soal anggaran untuk pembelian kapal.
Respons dari Trenggono ini menimbulkan polemik di publik, lantaran kedua menteri di pemerintahan Prabowo-Gibran ini saling lempar soal anggaran pembelian kapal.
Saat ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Purbaya membeberkan soal asal mula dirinya menyinggung soal anggaran yang sudah turun ke Kementerian KP tapi belum ada pesanan kapal ke galangan.
Baca juga: Menteri KP Trenggono Balas Purbaya Soal Dana Pembelian Kapal: Tanya Dulu ke Anak Buah Baru Komentar!
Mulanya, Purbaya menyebut, dirinya mengecek ke perusahaan galangan kapal soal sudah ada atau belumnya order kapal dari Kementerian KP.
Berdasarkan temuannya, galangan belum menerima orderan apapun.
"Kan dia (Menteri Trenggono) suka promosi kapal banyak. Saya cuman cek kan ke galangan, ada enggak yang di-order, ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan? saya enggak tahu," kata Purbaya kepada awak media, Rabu (11/2/2026).
Purbaya juga merespons soal pernyataan Trenggono yang menyebut kalau selama ini, Kementerian KP membeli kapal menggunakan dana pinjaman dari luar negeri.
Kata Purbaya, kalaupun pembelian dilakukan melalui dana pinjaman, hal itu juga tetap harus melalui Kementerian Keuangan.
"Tapi sebagian katanya uangnya kata pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja," ucap dia.
Meski begitu, dirinya enggan membuat persoalan ini menjadi keruh lebih jauh.
Purbaya memilih mempercayai apa yang disampaikan Trenggono kalau mungkin memang data yang dimilikinya tidak tepat.
"Ya udah enggak apa-apa, yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah," ucap Purbaya.
Ketika ditanya soal besaran anggaran yang diklaimnya sudah cair, Purbaya enggan menyampaikan lebih jauh.
Dia mengaku, anggaran tersebut kerap berubah.