Harga Minyak Dunia Sentuh 113 Dolar AS per Barel, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina
Pemerintah memastikan stok BBM nasional aman hingga Idul Fitri 2026 dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.
Penulis:
Rizki Sandi Saputra
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Harga minyak mentah dunia menyentuh USD113 per barel di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
- Pemerintah memastikan stok BBM nasional aman hingga Idul Fitri 2026 dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.
- Hingga kini belum ada penyesuaian harga BBM di dalam negeri, sementara harga non-subsidi ditentukan berdasarkan periode perolehan, bukan perubahan harian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Timur Tengah masih terus memanas hingga hari ini.
Dampaknya, harga minyak mentah dunia mengalami penyesuaian.
Hingga, Senin (9/3/2026) ini, harga minyak mentah dunia telah menyentuh 113 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Purbaya: Saya Lihat Belum Ganggu Aktivitas Ekonomi
Lantas bagaimana rincian harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri yang dipasok oleh PT Pertamina Patra Niaga di tengah melonjaknya harga minyak dunia tersebut?
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memberikan penjelasan, bahwasanya peningkatan harga BBM di Indonesia bergantung pada beberapa faktor.
Dia menyebut, untuk kenaikan harga BBM khususnya yang non-subsidi tidak ditentukan atau ditetapkan dalam hitungan hari.
Melainkan, berdasar pada periode perolehan dari BBM tersebut.
"Penentuan harga non subsidi ini memang banyak faktornya, tapi harga tidak ditentukan secara daily, tapi juga mengacu periode sebelumnya saat perolehannya," kata Roberth saat dimintai tanggapannya, Senin (9/3/2026).
Dengan begitu, hingga kini belum ada penyesuaian harga BBM baik yang subsidi maupun non subsidi dilakukan oleh pemerintah meski adanya lonjakan harga minyak dunia.
Namun, terkini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintah akan mengambil beragam opsi yang komprehensif.
Meski demikian, Bahlil meminta kepada publik untuk tidak perlu panik apalagi sampai melakukan tindakan pembelian berlebih atau panic buying.
Sebab, dia memastikan stok atau pasokan BBM di Indonesia masih aman sampai setidaknya Hari Raya IdulFitri 2026 nantinya.
"Problemnya kita sekarang bukan di stok, stok gak ada masalah, sudah ada semuanya. Kita itu sekarang tinggal di harga. Nah kita lagi akan me-exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif. Tapi sekali lagi saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga," kata Bahlil.
Baca tanpa iklan