Negara yang Memiliki Cadangan Minyak Darurat Terbesar Dunia
Blokade Iran atas Selat Hormuz menyebabkan banyak negara menggunakan cadangan minyak darurat mereka.
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Cadangan minyak negara-negara di dunia kini menjadi andalan untuk bisa bertahan di tengah perang Iran Vs AS-Israel.
- Blokade Iran atas Selat Hormuz menyebabkan banyak negara menggunakan cadangan minyak darurat mereka.
- Selain China, negara di dunia banyak yang memiliki cadangan minyak darurat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Blokade Iran atas Selat Hormuz menyebabkan banyak negara menggunakan cadangan minyak darurat mereka.
Indonesia juga ikut terdampak.
Rabu 4 Maret lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi aman.
Menurut Bahlil, kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini masih terbatas, yakni maksimal sekitar 25 hari.
Pada 10 Maret, Bahlil menyampaikan subsidi BBM bisa bertahan sampai Lebaran.
"Insya Allah tidak ada kenaikan apa-apa," tegas Bahlil.
Lalu negara mana di dunia yang cadangan minyaknya besar?
Sejak perang Iran Vs AS-Israel meletus 28 Februari lalu, 32 negara mulai mengeluarkan cadangan minyak mereka untuk menstabilkan harga minyak yang kian mahal.
Anggota Badan Energi Internasional (IEA), yang merupakan gabungan negara pengguna energi terbesar di dunia setuju Rabu pekan lalu untuk melepas ratusan juta barel minyak dari cadangan strategis mereka.
Namun langkah itu tidak membuat harga minyak turun, melainkan sebaliknya.
Akhir pekan lalu harga minyak mentah Brent naik hingga sekitar 100 dolar per barel.
Sementara itu Iran meningkatkan serangan di dekat Selat Hormuz, juga terhadap sejumlah kapal angkutan komersial termasuk tanker minyak dan kapal kargo.
Pemerintah Iran telah memblokade Selat Hormuz sejak 28 Februari lalu.
Padahal lewat selat tersebut negara-negara Teluk mengekspor seperlima minyak mentah dan gas, terutama ke Asia.
Akibatnya lalulintas kapal kargo dan tanker terhenti.
Negara-negara produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait dan Uni Emirat Arab juga mengurangi produksi karena penyimpanan domestik mereka sendiri sudah mendekati kapasitas penuh, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas pasar energi.
Baca tanpa iklan