Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Negara yang Memiliki Cadangan Minyak Darurat Terbesar Dunia

Blokade Iran atas Selat Hormuz menyebabkan banyak negara menggunakan cadangan minyak darurat mereka.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Negara yang Memiliki Cadangan Minyak Darurat Terbesar Dunia
IST/discovery alert
KILANG MINYAK - Pekan lalu, Arab Saudi menghentikan operasi di kilang Ras Tanura, kilang terbesar di negara itu, dan berupaya mengalihkan kiriman minyak ekspornya melalui Pelabuhan Laut Merah untuk diekspor setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran. 

Cadangan minyak strategis adalah simpanan minyak mentah yang dikuasai pemerintah dan digunakan jika pasokan tidak berjalan lancar atau untuk keadaan darurat pasar.

Penyimpanan modern pertama dibuat oleh AS tahun 1975, setelah embargo minyak Arab menunjukkan bagaimana rentannya suplai energi global.

Keterkejutan itu melipatgandakan harga minyak dan menyulut kurangnya bahan bakar di negara-negara Barat dan menyingkap kerentanan stabilitas ekonomi jika suplai menurun.

Cadangan minyak terbesar

Sekarang, puluhan negara, terutama anggota IEA, memiliki simpanan strategis sebagai bagian sistem terkoordinasi untuk menjadi keamanan energi.

Anggota IEA memiliki cadangan lebih dari 1,2 miliar barel, ditambah dengan sekitar 600 juta barel yang dimiliki sektor industri.

Diperkirakan, Cina memiliki penyimpanan darurat terbesar, diikuti AS.

Perusahaan analisa energi dan angkutan, Vortexa memperkirakan Cina memiliki simpanan 1,3 miliar barel.

Rekomendasi Untuk Anda

Cadangan tersebut diduga mampu menopang perekonomian Cina sampai tiga atau empat bulan.

Simpanan AS yang berjumlah 415 juta barrel, ditambah 439 juta barel yang dimiliki swasta, setara dengan suplai darurat selama lebih dari 40 hari.

Seberapa banyak minyak akan dilepas anggota IEA?

IEA menyatakan anggotanya akan melepas 400 juta barel minyak dari cadangan mereka. Untuk perbandingan, setelah Rusia menyerang Ukraina tahun 2022, minyak yang dilepas 182 juta barrel.

IEA menyatakan stok akan dilepas secara berkala, tergantung situasi di setiap negara. AS memimpin dengan melepas 172 juta barel mulai pekan depan, dan akan berlangsung selama sekitar 120 hari.

Jepang mengatakan akan melepas 80 juta barel.

Kontributor lainnya adalah Jerman, Australia, Prancis, Korea Selatan dan Inggris.

IEA diperkirakan akan menyimpan sekitar 90 hari cadangan darurat impor minyak bersih.

Pengekspor seperti Kanada, Meksiko dan Norwegia tidak memiliki cadangan darurat, namun dapat membuka cadangan komersial selama krisis.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas