Negara yang Memiliki Cadangan Minyak Darurat Terbesar Dunia
Blokade Iran atas Selat Hormuz menyebabkan banyak negara menggunakan cadangan minyak darurat mereka.
Editor:
Hasanudin Aco
Cina, yang bukan anggota penuh IEA tidak memberikan pengumuman serupa, melainkan memprioritaskan keamanan suplai domestik dengan menghentikan ekspor bahan bakar olahan.
Rencana ekonomi lima tahun terakhir di Beijing bahkan menetapkan penambahan cadangan minyak strategis.
Apakah simpanan minyak membantu menurunkan harga?
Analis industri minyak mengatakan, suntikan dari persediaan strategis dapat meringankan tekanan pada pasar minyak, namun jarang dapat menurunkan harga secara dramatis atau untuk waktu lama.
Langkah ini terutama berfungsi sebagai tanda persatuan dan suplai tambahan, dan meyakinkan pedagang bahwa pemerintahnya bersedia turun tangan jika kekurangan di pasar semakin menajam.
IEA mengungkap, pelepasan simpanan hanya menutupi sekitar tiga atau empat pekan kurangnya pasokan minyak dari daerah Teluk.
Jadi walalupun harga turun, diperkirakan efeknya tidak terlalu nampak, karena volume minyak yang dilepas kecil dibanding dengan 100 juta barrel per hari di pasar minyak global.
Analis David Morrison dari perusaan pialang Inggris Trade Nation menilai, harga minyak akan terus meningkat jika Hormuz tetap diblokade untuk waktu lama.
Hamad Hussain, ahli ekonomi iklim dan komoditi mengemukakan, "Walaupun IEA memiliki stok untuk digunakan setelah pelepasan ini, konflik berkepanjangan dapat menyebabkan kerugian lebih besar daripada total cadangan yang dipegang langsung oleh anggota IEA."
Sumber: DW/Tribunnews.com