Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ketua Komisi XI DPR Minta BI Segera Stabilkan Rupiah

Misbakhun meminta Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke angka ideal,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ketua Komisi XI DPR Minta BI Segera Stabilkan Rupiah
Istimewa
NILAI TUKAR RUPIAH - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan dan mengembalikan nilai tukar rupiah ke angka ideal. Desakan ini muncul menyusul pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyindir pihak-pihak yang kerap meramalkan ekonomi Indonesia akan mengalami kehancuran atau kolaps akibat fluktuasi nilai tukar mata uang asing. 

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026) pagi.

Prabowo menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi nasional saat ini berada dalam posisi yang aman. 

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak perlu panik dengan pergerakan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) karena fundamental ekonomi riil di tingkat daerah tetap berjalan baik.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo membandingkan ketahanan Indonesia dengan negara-negara lain yang saat ini sedang mengalami kepanikan akibat krisis geopolitik global. 

Menurutnya, situasi dunia memang menekan rantai pasok, namun Indonesia justru mampu bertahan bahkan mengekspor komoditas ke luar negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," kata Prabowo.

Ia menjabarkan sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil kini mengantre untuk membeli komoditas dari Indonesia, baik berupa pupuk urea maupun beras. Hal ini menjadi bukti bahwa sektor riil Indonesia berjalan di jalur yang benar. 

Namun, di tengah capaian positif tersebut, Prabowo memberikan peringatan keras kepada para unsur pimpinan di dalam negeri. Ia meminta para elit dan pemegang kekuasaan untuk tetap loyal dan fokus berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.

"Tapi, nah ini, tapi, para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia, enggak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia," tegasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas