Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pak Prabowo, Rupiah Pagi Ini Sudah Tembus di Atas Rp18.000 per Dolar AS

Penguatan dolar AS akibat ekspektasi suku bunga tinggi tersebut turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pak Prabowo, Rupiah Pagi Ini Sudah Tembus di Atas Rp18.000 per Dolar AS
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
RUPIAH AMBRUK - Uang rupiah diantara dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan. Mengutip Bloomberg, Kamis (4/6/2026) pagi, rupiah sudah di atas Rp18.023 per dolar AS, atau melemah 57 poin dari posisi penutupan perdagangan kemarin. 

"Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macem-macem, ada rumor macem-macem di pasar," ujar Purbaya usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (3/6/2026).

"Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah isu seperti itu," imbuhnya.

Purbaya menegaskan, tugas pemerintah saat ini adalah menjaga ekonomi nasional agar tetap kuat. Menurutnya nilai tukar rupiah pada akhirnya ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

"Kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi aja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi untuk saya fokusnya di situ," tutur Purbaya.

Terkait kemungkinan digelarnya rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk membahas pelemahan rupiah, Purbaya mengatakan saat ini kondisi tersebut masih menjadi ranah Bank Indonesia sebagai otoritas yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar.

Ia menegaskan KSSK tetap akan menggelar rapat secara berkala seperti biasa. Namun, jika diperlukan koordinasi lebih cepat atau ada permintaan dari Bank Indonesia, pemerintah siap mengadakan rapat khusus.

"Itu kan jurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal aja. Tapi kalau ada, kita bisa melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai tukar, kita akan lakukan," ucap dia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tapi kan sekarang itu masih dalam jurisdiksi Bank Sentral kita. Kecuali Bank Sentral minta rapat cepat, ya kita akan rapat cepat," sambungnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas