Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

IDI: Penolakan Pemakaman Perawat Korban Covid-19 Sangat Tidak Pantas

IDI dan lima organisasi tersebut menegaskan jenazah perawat di RSUP Semarang itu dipastikan telah dilakukan perawatan

IDI: Penolakan Pemakaman Perawat Korban Covid-19 Sangat Tidak Pantas
TRIBUN JAKARTA/YUSUF BACHTIAR
Blok pemakaman untuk jenazah kasus Covid -19 di TPU Padurenan, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Hal itu untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Mengenai adanya penolakan pemakaman itu, Dosen Psikologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Abdul Azis mengatakan bahwa masyarakat kita sudah terpapar dampak transmisi media sosial yang berlebih tanpa kemampuan menyaring yang baik atau kemampuan literasi digital yang masih lemah.

"Sehingga paparan info banyak tentang covid-19 secara instan yang diambil secara serampangan.Jadi
ketika ada oknum yang membombardir dengan info negatif di saat yang tertekan (dihadapkan jenazah
yang harusnya mereka terima) mereka jadi parno," ujarnya.

Azis mengajak semua pihak memberikan pemahaman baik dan tidak sepotong-sepotong.

"Kalau ada pendampingan akan lebih baik. Dengan melalukan sosialisasi dari sumber media yg terpercaya.
Platform sumber media dari civil society yang terpercaya juga banyak," ujarnya.

Menurut Azis, untuk menekan laju informasi negatif dan bahkan hoaks ini menjadi ruang peran kawan-
kawan ahli komunikasi dan bahasa. "Ini juga butuh peran ahli informatika/algoritma untuk lebih membuat

melek mana tulisan-tulisan yang hoaks kepada masyarakat kita," tuturnya.

Bagi Azis, peran mereka di masa wabah yang butuh segala informas yang tepat sangat penting untuk

masyarakat. "Sisi lain, pemerintah bisa mengg gunakan sumber daya yan dimiliki untuk masuk ke grup-
grup whatsapp sampai tingkat RT untuk memastikan info covid-19.

"Hal itu sepertinya juga belum terjaga dengan baik," ucapnya. Menurutnya, penggunaan dana desa dan
pendamping desa bisa menjadi garda depan yang bisa juga digunakan melakukan sosialisasi. (Tribun
Network/kan/ras/wly)

Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas