Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Panduan Ibadah Kurban di Masa Pandemi Covid-19 agar Disosialisasikan Secara Masif

panitia dinilai perlu mengantarkan daging kurban langsung ke rumah penerima dan bukan melakukan pembagian di satu tempat.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Panduan Ibadah Kurban di Masa Pandemi Covid-19 agar Disosialisasikan Secara Masif
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Juru masak membagikan daging kurban yang diolahnya di acara Masak Bersama Dapur Kurban Pemprov DKI Jakarta di Lapangan IRTI, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019). Pemprov DKI Jakarta mengolah daging kurban untuk dibagikan kepada warga. Pengolahan daging tersebut diolah oleh juru masak hotel berbintang. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PPP Iip Miftahul Choiry meminta pemerintah untuk memberikan perhatian serius kepada ibadah kurban yang sebentar lagi dilakukan di Indonesia.

Terutama mengingat saat ini masih berada dalam masa pandemi Covid-19.

"Kami mengapresiasi langkah Kementerian Agama RI yang telah menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban tahun 1441 H/2020 M, dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan kenormalan baru (new normal). Tapi panduan ini harus disosialisasikan secara masif hingga ke pelosok-pelosok tanah air," ujar Iip, dalam keterangannya, Selasa (21/7/2020).

Iip menuturkan pihaknya mengharapkan agar panitia penyembelihan hewan kurban untuk menghindari banyaknya kerumunan orang di areal penyembelihan.

Baca: Petugas Hewan Kurban Ikut Rapid Test yang Digelar Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19

Oleh karenanya, panitia dinilai perlu mengantarkan daging kurban langsung ke rumah penerima dan bukan melakukan pembagian di satu tempat.

"Panitia bisa menggandeng aparat desa setempat agar penyembelihan dan pembagian kurban bisa berjalan lebih lancar," kata dia.

Selain itu, politikus PPP tersebut menyarankan agar daging kurban juga diberikan kepada korban terdampak Covid-19. Dia mencontohkan mereka yang terkena PHK, lansia, dan lain sebagainya. Sehingga Idul Adha dapat tetap membawa keberkahan untuk korban terdampak Covid-19.

BERITA TERKAIT

Di sisi lain, terkait pelaksanaan ibadah shalat Ied, Iip meminta semua pihak tetap menjalankannya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya para jemaah harus membawa sajadah sendiri, menghindari bersalaman antar-jamaah, hingga memakai masker.

"Adapun untuk daerah zona merah Covid-19, pengurus masjid dan perangkat pemerintah setempat bisa mempertimbangkan kembali agar Shalat Idul Adha 1441 H dikerjakan di rumah," jelas Iip.

"Hal ini juga untuk memutus mata rantai Covid-19 yang sampai saat ini masih tinggi di Indonesia. Bahkan, angka kasus Covid-19 di Indonesia sekarang telah melewati China, negara yang pertama kali melaporkan kasus virus corona," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas