Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hasil Studi: Bicara dengan Tenang dan Lebih Pelan Bisa Mengurangi Penyebaran Covid-19

Sebuah penelitian menemukan, berbicara dengan lebih pelan dan tenang dapat mengurangi penyebaran virus corona.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
zoom-in Hasil Studi: Bicara dengan Tenang dan Lebih Pelan Bisa Mengurangi Penyebaran Covid-19
Sky News
Sebuah penelitian menemukan, berbicara dengan lebih pelan dan tenang dapat mengurangi penyebaran virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah penelitian menemukan, berbicara dengan lebih pelan dan tenang dapat mengurangi penyebaran virus corona.

Penelitian tersebut dilakukan enam ilmuwan dari University of California, Davis (UC Davis).

Penurunan enam desibel dalam tingkat bicara rata-rata, dapat memiliki efek yang sama pada 'pemotongan' transmisi Covid-19.

Seperti menggandakan ventilasi ruangan, menurut salinan makalah yang merinci penelitian sebelumnya.

Dikutip dari Sky News, temuan itu menunjukkan zona yang lebih tenang di dalam ruangan berisiko tinggi tertular Covid-19.

Seperti di rumah sakit dan di restoran.

Sebuah penelitian menemukan, berbicara dengan lebih pelan dan tenang dapat mengurangi penyebaran virus corona.
Sebuah penelitian menemukan, berbicara dengan lebih pelan dan tenang dapat mengurangi penyebaran virus corona. (Sky News)

Baca: Studi Baru: Kandidat Vaksin Covid-19 Nonaktif dari China Hasilkan Respons Kekebalan yang Kuat

Baca: Hasil Studi: Infeksi Virus Corona yang Parah atau Mematikan Sangat Jarang Terjadi pada Anak-Anak

Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengubah pedomannya pada bulan Juli lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka mengakui kemungkinan penularan lewat aerosol.

Seperti selama latihan paduan suara atau saat berada di restoran atau di tempat olahraga.

Penelitian baru menunjukkan, tetesan mikroskopis yang dikeluarkan saat berbicara, dapat menguap meninggalkan partikel aerosol.

Tetesan mikroskopis yang cukup besar ini rupanya dapat membawa virus.

Penelitian itu mengatakan, peningkatan kenyaringan sekitar 35 desibel atau perbedaan antara berbisik dan berteriak, dapat meningkatkan laju emisi partikel sebanyak 50 kali lipat.

Ilustrasi penelitian. Sebuah kabar menyebut ilmuwan Indonesia akhirnya berhasil memetakan virus covid-19.
Ilustrasi penelitian. Sebuah kabar menyebut ilmuwan Indonesia akhirnya berhasil memetakan virus covid-19. (pixabay)

Baca: Peneliti Temukan Kemungkinan Penularan Covid-19 dari Tinja, Kasus Serupa Terjadi 17 Tahun Silam

Baca: Dua Peneliti Indonesia Ikut Teliti Vaksin Covid-19 di Inggris

Percakapan normal umumnya di atas kisaran 10 desibel.

Sementara kebisingan sekitar di restoran sekitar 70 desibel.

"Tidak semua lingkungan dalam ruangan sama dalam hal risiko penularan aerosol."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas