Kemendikbud: Pandemi Covid-19 Turunkan Kecemasan Guru Terhadap Teknologi
pandemi Covid-19, dapat memaksa para guru untuk beradaptasi dengan teknologi akibat keterbatasan akses untuk pembelajaran.
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril mengatakan pandemi Covid-19 dapat menghilangkan kecemasan guru dalam menggunakan teknologi.
Menurutnya, pandemi memaksa guru untuk menggunakan teknologi untuk pembelajaran.
"Lalu yang ketiga kecemasan terhadap teknologi itu signifikan menurunnya. Seperti sekarang kita melakukan webinar, kayaknya saya nggak pernah melihat sejarahnya. Saya melihat luar biasanya. Pertama ya guru-guru kita belajar gerakan masif," ujar Iwan dalam webinar "Kuliah Umum Pembatik Level 4", Selasa (15/9/2020).
Sebelum pandemi Covid-19, Iwan mengatakan para guru banyak yang enggan untuk memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran.
Dirinya mengakui banyak guru yang tidak memiliki kemauan untuk belajar.
Baca: Rapat dengan Setjen Kemendikbud, Komisi X Singgung KIP Kuliah dan Guru Honorer yang Terdampak Corona
Namun pandemi Covid-19, dapat memaksa para guru untuk beradaptasi dengan teknologi akibat keterbatasan akses untuk pembelajaran.
"Yang tadinya itu agak alergi atau takut gitu cemas begitu ya. Sekarang dengan covid, kita dipaksa dikondisikan nggak punya pilihan. Yang berat itu belajar bukan bisa, nggak bisanya. Tapi maunya itu yang susah. Kemauan itu harganya mahal," ungkap Iwan.
Iwan menilai kejadian ini merupakan hal yang positif bagi peningkatan kemampuan guru dalam mengadopsi teknologi. Dirinya berharap pasca pandemi Covid-19, para guru terus memanfaatkan teknologi.
Menurut Iwan, sebaiknya pemanfaatan teknologi ini terus dilanjutkan oleh para guru.
"Guru kita luar biasa aja dan itu hal yang sangat positif. Mudah-mudahan momentumnya berlangsung terus," tutur Iwan.
Seperti diketahui, selama masa pandemi Covid-19, sebagian besar sekolah di Indonesia menerapkan pembelajaran jarak jauh. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Pemerintah telah memberikan relaksasi kepada sejumlah sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau dan kuning.