Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menpora Pertimbangkan Penonton Sepak Bola Harus Disuntik Vaksin Covid-19

Tibanya vaksin Covid-19 membawa angin segar bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali sektor olahraga.

Menpora Pertimbangkan Penonton Sepak Bola Harus Disuntik Vaksin Covid-19
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Menpora Zainuddin Amali di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tibanya vaksin Covid-19 membawa angin segar bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali sektor olahraga.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berharap hadirnya vaksin Covid-19 membuat kompetisi dan industri olahraga menggeliat kembali.

Pihaknya tengah mempertimbangkan untuk membuka kompetisi olahraga profesional, dimana penonton harus terlebih dahulu diberi vaksin Covid-19.

Baca juga: Nenek Berusia 90 Tahun Ini Jadi Pasien Pertama di Dunia yang Menerima Suntikan Vaksin Covid-19

Hal itu disampaikan Zainudin Amali dalam kegiatan virtual bertema "Membangun Pemuda Indonesia 2021", Kamis (10/12/2020).

"Apakah nanti ada penonton atau tidak kita belum tahu. Kita berharap vaksin ini bisa segera dan kami sedang merancang, bagaimana supaya yang menonton para penonton kita itu divaksin dulu. Tetapi tentu ini masih masih diskusi diskusi internal panitia," terang Zainudin.

Baca juga: Doakan Yusuf Mansur yang Positif Covid-19 Seperti Dirinya, Sandiaga Uno: Sama-sama Berjuang Kita

Alasan pemberian vaksin Covid-19 pada penonton, ujar Zainudin, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman di tengah pandemi ini.

"Supaya mereka kalau juga diperbolehkan pertandingan ada penonton mereka sudah cukup aman dan nyaman. Karena terus terang 70% masyarakat kita ini adalah penggemar sepak bola," harapnya.

Zainudin menuturkan, selama 10 bulan ini semua kegiatan dan industri olahraga dihentikan, sehingga memberikan berpengaruh pada sosial dan ekonomi atlet, pelatih, maupun semua yang terlibat dalam industri olahraga.

Meski demikian ia mendorong cabang-cabang olahraga tetap melakukan latihan walaupun secara mandiri dan dipandu secara virtual.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas