Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Varian Baru Covid-19, Benarkah 'Ngupil' Meningkatkan Risiko Tertular?

Kebiasaan tersebut antara lain menjaga jarak dan tidak berkerumun dengan banyak orang, memakai masker, dan mencuci tangan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ada Varian Baru Covid-19, Benarkah 'Ngupil' Meningkatkan Risiko Tertular?
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM -- Kebiasaan-kebiasaan baru muncul setelah datangnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

Perilaku yang menjadi wajib dilakukan selama pandemi memang sudah menjadi kebiasaan agar menjaga kesehatan dan menghindarkan Anda dari penularan Covid-19.

Kebiasaan tersebut antara lain menjaga jarak dan tidak berkerumun dengan banyak orang, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Namun, pencegahan Covid-19 tidak berhenti sampai di situ.

Ada banyak hal lain yang perlu Anda lakukan supaya tak terinfeksi Virus Corona, apalagi tengah munculnya varian baru corona yang kembali melanda dunia.

Baca juga: Anies: Jakarta Pernah Alami First Wave dan Second Wave Covid-19 

Salah satunya, ya adalah mengehentikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang memperbesar risiko transmisi virus.

Mengutip dari Best Life (bestlifeonline.com), kebiasaan berbagi makan dan memakai alat makan yang sama perlu Anda hentikan segera.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal tersebut dapat memperbesar kemungkinan perpindahan kuman dari satu orang ke orang lainnya.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Emerging Infectious Disease, memakai alat makan yang sama dengan orang lain meningkatkan risiko penularan Covid-19 sebanyak tiga kali lipat.

Baca juga: Covid-19 di DKI Jakarta Makin Mengkhawatirkan, Pemprov Kembali Perketat PSBB Mulai 11 sd 25 Januari

Selain kebiasaan tersebut, ada kebiasaan lain sebaiknya tak Anda lakukan, yaitu:

Mengupil

Mengupil adalah kebiasaan yang perlu Anda kurangi karena bisa mengantarkan Virus Corona yang menempel di jari Anda masuk ke tubuh.

Kulit hidung bagian dalam lebih lembut daripada kulit bagian luar.

Artinya, area tubuh Anda itu lebih mudah untuk terluka.

Saat terluka dan Anda memasukkan jari ke hidung, mikroskopik berbahaya bisa masuk ke aliran darah dengan mudah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dandim 0808/Blitar Letkol Arh Dian Musriyanto Meninggal Terpapar Covid-19

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas