Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Varian Baru Covid-19, Benarkah 'Ngupil' Meningkatkan Risiko Tertular?

Kebiasaan tersebut antara lain menjaga jarak dan tidak berkerumun dengan banyak orang, memakai masker, dan mencuci tangan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ada Varian Baru Covid-19, Benarkah 'Ngupil' Meningkatkan Risiko Tertular?
Istimewa
Ilustrasi 

Jika Anda ingin membersihkan kotoran hidung, Anda perlu mencuci tangan dengan sabun dan air supaya kebersihannya terjaga.

Menggigit Kuku

Best Life mengatakan bahwa sebaiknya Anda tak meneruskan kebiasaan menggigit kuku, apalagi saat pandemi Virus Corona.

Mirip seperti poin sebelumnya, menggigit kuku memperbesar kemungkinan Virus Corona masuk ke tubuh melalui mulut.

Menyentuh Wajah

Selain kebiasaan-kebiasaan di atas, menyentuh wajah juga dapat meningkatkan risiko tertular Covid-19 dan hal itu masih sering dilakukan oleh banyak orang. Biasanya, kebiasaan itu terjadi karena gerak refleks.

Jadi, Anda perlu menyadarinya dan berusaha semaksimal mungkin supaya kebiasaan itu bisa berhenti dan tak terjadi lagi. Tautan artikel Kontan.co.id: Hentikan kebiasaan ini agar terhindar dari infeksi Virus Corona

Rekomendasi Untuk Anda

***

WHO minta negara-negara bekerja ekstra untuk cegah penyebaran varian baru Covid-19

Sebelumnya, Organisasi kesehatan dunia WHO meminta seluruh negara Eropa untuk bekerja lebih keras dalam menahan laju penyebaran varian virus corona baru yang pertama kali muncul di Inggris.

Permintaan khusus ini diungkapkan langsung oleh Direktur WHO Eropa Hans Kluge, seperti dilaporkan oleh BBC (8/1/2021). Dia mengatakan 22 negara Eropa sekarang mencatat kasusu varian baru.

Kluge mengakui bahwa penyebaran varian baru virus corona saat ini sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan.

Kini banyak negara Eropa yang telah memberlakukan penguncian nasional penuh untuk mengatasi peningkatan infeksi yang makin parah selama musim dingin.

"Tanpa peningkatan upaya untuk memperlambat penyebarannya, akan ada peningkatan dampak pada fasilitas kesehatan yang sudah semakin tertekan," ungkap Kluge.

Munculnya varian virus corona baru di Inggris memaksa puluhan negara menutup pintu masuknya untuk Inggris pada bulan Desember lalu. Negara lain di luar Eropa, termasuk Jepang, Kanada, dan Australia, juga telah melaporkan kasus varian tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas