Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Menristek Perkirakan Maret 2021 Bibit Vaksin Merah Putih Diberikan ke Bio Farma

Bambang mengatakan dari pengembangan yang dilakukan, bibit vaksin akan diberikan ke Bio Farma bulan Maret tahun ini.

Menristek Perkirakan Maret 2021 Bibit Vaksin Merah Putih Diberikan ke Bio Farma
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
VAKSINASI NAKES - Vaksinator saat akan melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan RS Husada Utama, Jumat (15/1). Sebanyak 60 tenaga kesehatan di RS Husada Utama di vaksinasi Covid-19 pada hari pertama. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (18/1/2021).

Dalam rapat itu, Bambang mengungkapkan perkembangan pembuatan vaksin Merah Putih yang diproduksi di dalam negeri.

Bambang mengatakan dari pengembangan yang dilakukan, bibit vaksin akan diberikan ke Bio Farma bulan Maret tahun ini.

"Diperkirakan Maret ini bibit vaksin Merah Putih bisa diberikan ke Bio Farma. Tugas kami hanya sampai ke bibit vaksin, masalah uji klinis dan pengolahan vaksin lanjut ke Bio Farma dan BPOM," kata Bambang di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta.

Bibit yang akan diberikan kepada Bio Farma merupakan bibit dari platform vaksin yang diteliti oleh Lembaga Eijkman, penelitian dilakukan dengan platform vaksin protein rekombinan.

Setidaknya ada 6 platform vaksin lainnya yang diteliti di Indonesia.

Target vaksin Merah Putih yang pertama bisa digunakan pada tahun 2022.

Baca juga: Pemerintah Masih Menimbang, Belum Ada Keputusan Final Soal Pembelian Vaksin Pfizer-Biotech

"Rencananya vaksinasi bisa di pertengahan 2022, kami upayakan bisa di akhir 2021, atau awal 2022," ujarnya.

Selanjutnya, kata Bambang, ketika bibit sudah diberikan kepada Bio Farma, perusahaan itu akan melakukan beberapa langkah.

Mulai dari uji praklinis lanjutan yang akan dilakukan ke hewan, hingga proses karakterisasi dan validasi untuk memastikan bibit vaksin bersih dari virus lainnya.

Kemudian vaksin bisa dilakukan serangkaian uji klinis terhadap manusia untuk mendapatkan izin darurat emergency use authorize alias EUA dari BPOM agar bisa digunakan.

Bambang memperkirakan untuk mendapatkan hal tersebut uji klinis dilakukan selama 8 bulan oleh BPOM dan Bio Farma.

"BPOM berikan petunjuk bahwa dari uji klinis sampai dapat EUA itu paling cepat 8 bulan, dari uji klinis (vaksin Merah Putih) tahap pertama sampai EUA itu 8 bulan," kata Bambang.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas