Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembelajaran Tatap Muka

TERBARU:Covid-19 Melonjak, DKI Jakarta Putuskan Tak Gelar Sekolah Tatap Muka

Kasus Covid-19 meningkat, DKI Jakarta memutuskan untuk tidak menggelar sekolah tatap muka.

TERBARU:Covid-19 Melonjak, DKI Jakarta Putuskan Tak Gelar Sekolah Tatap Muka
BNPB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kasus Covid-19 meningkat, DKI Jakarta memutuskan untuk tidak menggelar sekolah tatap muka.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sebelumnya pemprov DKI telah melakukan program uji coba sekolah tatap muka di 83 sekolah di tahap pertama dan kemudian berlanjut di 143 sekolah.

Saat itu, kegiatan sekolah dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, dimana baik guru maupun orangtua siswa telah menerima vaksin.

Kegiatan tatap muka hanya dilakukan dua hari dalam seminggu.

"Program uji coba sekolah tatap muka di Jakarta dimulai ketika kasus aktif Covid-19 berada diangka sekitar 6.000-an. Jadi ada pilotting tatap muka," ujarnya dalam dialog virtual yang disiarkan BNPB, Kamis (17/6/2021).

Mengingat kondisi kasus melonjak menjadi 20 ribuan per tanggal 16 Juni kemarin, maka pemprov DKI dan Satgas memutuskan untuk tidak melanjutkan proses belajar mengajar tersebut.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Diprediksi 1 Bulan ke Depan RS Kolaps

"Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antar satgas, kita putuskan saat ini tidak dilanjutkan pilotting tatap muka tadi. Sambil nanti menunggu bagaimana situasi di DKI Jakarta," ujar Widyastuti.

Sebelumnya sesuai arahan Presiden Jokowi, dalam pelaksanaan sekolah tatap muka harus dilakukan sangat hati-hati dengan memenuhi sejumlah syarat seperti :

Pertama, hanya boleh dihadiri maksimal 25 persen dari total murid dalam satu kelas.

Kedua, tidak boleh lebih dari 2 hari dalam seminggu

Kemudian setiap hari maksimal, hanya dua jam.

"Jadi dipastikan sekolah dengan metode tatap muka yang terbatas serta pilihan menghadirkan anak ke sekolah ditentukan oleh orangtua," ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas