Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Soal Puskesmas Tolak Pasien Corona di Tangsel, Berikut Penjelasan Satgas Covid

Sebuah Puskesmas di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), dikabarkan menolak seorang penderita Covid-19

Soal Puskesmas Tolak Pasien Corona di Tangsel, Berikut Penjelasan Satgas Covid
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi: Petugas mempersiapkan ruangan rawat inap Pasien Covid-19 di Tower 8 Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2021). Tower 8 RSD Wisma Atlet Kemayoran dapat menampung 1.569 pasien Covif-19 dan dapat juga dipakai untuk ruang Isolasi Mandiri pasien tanpa gejala. Hal ini untuk persiapan bila ada meningkatnya pasien Covid 19 usai liburan lebaran (mudik). *Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Setelah dua instansi garda terdepan penanganan Covid-19 itu dihubungi, pasien didatangi petugas medis dari puskesmas.

Pihak puskesmas menangani dengan memberikan bantuan oksigen.

"Sebagai bantuan mereka meminjamkan oksigen dan mengirimkan tenaga medis saat meminjamkan oksigen ke rumah pasien itu," kata Tri.

Baca juga: Pasien Covid-19 di Kota Bogor Terus Bertambah, Keterisian Tempat Tidur RSUD Capai 75 Persen

Namun, Tri menggarisbawahi hal penolakan puskesmas yang enggan menerima pasien Pondok Aren tersebut dengan alasan rumah sakit rujukan penuh.

"Maaf dok sebelumnya, yang namanya yang namanya rujukan harus di acc dulu sama pihak RS. Jika belum acc enggak akan mau menerima pasiennya. Kecuali pasiennya datang sendiri diantar keluarga tanpa diantar ambulans Puskesmas. Itu baru pasti diterima apa lagi kegawatdaruratan pasti RS mengerti triase," kata pihak Puskesmas seperti dikutipkan Tri.

Menurut Tri, penjelasan teknis rujukan dari pihak Puskesmas itu salah besar, pasien justru jadi kroban.

Akhirnya si pasien mendapat penanganan yang tidak maksimal dan bukan dokter yang turun langsung.

"Jadi pemahaman yang salah dari faskes 1 (Puskesmas) tadi membuat pasien hanya ditolong pinjaman oksigen ke rumahnya dan diperiksa oleh tenaga medis yang kurang mumpuni karena pasti bukan dokter yang ke sana," ujar Tri.

Bahkan karena pemaparan dari pihak Puskesmas, pasien Covid-19 yang merasa kondisinya tidak membaik sampai naik sepeda motor secara mandiri mencari rumah sakit.

Akhirnya pasien tersebut mendapat penanganan dari Rumah Sakit Medika Lestari Kota Tangerang pada pukul 02.00 WIB, Kamis (17/6/2021).

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas