Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Permudah Layanan Kesehatan Saat Pandemi Covid-19, Kemenkes Beri ARV ODHA Untuk 3 Bulan

32 persen orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami kecemasan yang cukup berat karena takut terpapar Covid-19.

Permudah Layanan Kesehatan Saat Pandemi Covid-19, Kemenkes Beri ARV ODHA Untuk 3 Bulan
Tangkapan layar via zoom
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis Indonesia Positive Women Network (IPPI) Ayu Oktariani mengatakan, 32 persen orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami kecemasan yang cukup berat karena takut terpapar Covid-19.

Hal itu membuat mereka membatasi kegiatan bertemu orang maupun pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan obat antiretroviral (ARV).

"Sebagian besar mereka merasa khawatir untuk bisa mendapatkan obat dengan aman. Mereka juga membutuhkan dukungan dari orang lain," kata Ayu dalam acara virtual Kompas Talk 'Strategi Daerah Hadapi AIDS Selama Pandemi', Kamis (22/7/2021).

Sebagai leading sektor pencegahan penyakit menular, Kementerian Kesehatan menerapkan sejumlah kebijakan pelaksanaan layanan bagi penderita HIV/AIDS selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Menko PMK Sempat Tidak Menyangka Covid-19 Bakal Serang Wanita Hamil dan Anak

Satu di antaranya memenuhi persediaan konsumsi obat ARV lebih dari satu bulan atau bahkan sampai 3 bulan jika memenuhi kriteria.

"Kita lakukan kemudahan untuk memenuhi komsumsi obat dengan memberikan obat ARV lebih dari 1 bulan, ada yang bisa sampai dengan 3 bulan selama memenuhi kriteria," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Inovasi di masa pandemi Covid-19 untuk menjangkau ODHA dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dengan melakukan penjangkauan online yakni komunitas menjangkau populasi kunci melalui media sosial dan media berbasis web.

Baca juga: Epidemiolog Minta Pemerintah Konsisten Lakukan 3T dalam Tangani Pandemi Covid-19

Serta JAK-Anter, pengiriman obat ARV melalui jasa kurir.

"Pandemi Covid-19 bukan menghentikan program penyakit lain. Diperlukan penyesuaian agar target eliminasi AIDS tercapai pada 2030," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas