Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kisah Inspiratif

Tanpa APD Tanpa Jaga Jarak, Hanya Pakai Masker, Anggi Rawat Ibunya yang Sakit Covid Hingga Sembuh

Banyaknya rumah sakit yang kewalahan menerima pasien Covid-19 memaksa Anggi Oktarinda memutuskan untuk merawat sendiri ibunya di rumah.

Tanpa APD Tanpa Jaga Jarak, Hanya Pakai Masker, Anggi Rawat Ibunya yang Sakit Covid Hingga Sembuh
Facebook/Anggi Oktarinda
FOTO BERSAMA- Foto bersama saat Anggi Oktarinda bersama ibunya di Mekkah beberapa waktu lalu.

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG- Banyaknya rumah sakit yang kewalahan menerima pasien Covid-19 memaksa wanita tangguh bernama Anggi Oktarinda (35) untuk merawat sendiri ibunya di rumah.

Dengan dibantu saudara dan teman via telepon, Wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung itu terus mendampingi ibunya yang positif terpapar Covid-19. Satu per satu kesulitan mereka hadapi.

Tak ada jarak. Tak ada APD. Hanya menggunakan masker, Anggi berjuang bersama menghadapi saat-saat sulit tersebut.

Sang ibu yang sudah Lansia, mengalami sakit Covid-19 dengan komorbid. Butuh Keberanian bagi Anggi untuk melakukannya. Tentunya, dengan harapan yang selalu ada untuk bisa menyaksikan sang ibu sembuh.

Berikut Curhat Anggi Oktarinda yang Tribunnews.com kutip dari akun facebooknya, Anggie Oktrainda:

A big decision that I would never regret for the rest of my life is: leaving my comfort living in Jakarta to be at her side during the pandemic.

(Keputusan besar yang tidak akan pernah saya sesali seumur hidup saya adalah: meninggalkan kehidupan nyaman saya di Jakarta untuk berada di sisinya selama pandemi)

Itu terjadi tepat setahun lalu. Hikmahnya terjadi baru saja. Gak kebayang akan seperti apa jadinya kalau jauh dari ortu satu-satunya yang tersisa, ketika beliau sedang berjibaku melawan wabah ini.

Izin sharing ya semua, setelah selama berminggu-minggu timeline juga isi grup-grup perbincangan dan pengumuman mesjid di lingkungan tempat tinggal selalu dipenuhi berita duka, maka bisa berbagi cerita membahagiakan ini rasanya sudah seperti keharusan. (Perasaan sendiri aja hehe).

Siapa tahu ada sedikit gunanya untuk teman-teman, kerabat, atau siapa pun yang sedang menghadapinya.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Barir
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas