Tribun

Virus Corona

Permintaan Banyak Tapi Stok Minim, BPPT Gelar Donor Plasma Konvalesen dan Darah

Metode pengobatan ini dinilai sebagai terapi yang efektif bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di fasilitas layanan kesehatan

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
Permintaan Banyak Tapi Stok Minim, BPPT Gelar Donor Plasma Konvalesen dan Darah
ist
Kegiatan 'Bakti Teknologi' Donor Darah dan Donor Plasma Konvalesen Para Penyintas Covid-19 di Gedung Teknologi 2 BPPT, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Senin (16/8/2021). 

Satu diantara banyak lembaga yang melakukan kegiatan donor plasma konvalesen sekaligus donor darah adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kegiatan yang disebut 'Bakti Teknologi' ini digelar sebagai bagian dari rangkaian acara jelang peringatan HUT ke-43 BPPT yang akan berlangsung 23 Agustus mendatang.

Baca juga: Datangi UDD PMI DKI Jakarta, Jusuf Kalla Semangati Pedonor Darah dan Plasma Konvalesen

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terkait plasma konvalesen.

Apalagi saat ini kasus Covid-19 mengalami lonjakan akibat munculnya varian B.1.617.2 (Delta) yang diketahui lebih mudah dan cepat menular.

"Bakti Teknologi merupakan salah satu bentuk kepedulian keluarga besar BPPT dalam membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Terlebih semenjak varian Delta masuk ke Indonesia, kebutuhan kantong darah plasma konvalesen semakin melonjak," kata Hammam, dalam kegiatan 'Bakti Teknologi' Donor Darah dan Donor Plasma Konvalesen Para Penyintas Covid-19 di Gedung Teknologi 2 BPPT, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Senin (16/8/2021).

Mantan Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) BPPT itu menyebut kegiatan Bakti Teknologi kali ini merupakan donor darah plasma konvalesen perdana yang diberikan secara khusus oleh para penyintas Covid-19 di lingkungan lembaga tersebut.

Terkait prosesnya, kata dia, semua pegawai telah dilakukan pendataan dan penyeleksian yang disesuaikan dengan rekam jejak medis dalam Sistem Informasi Jaringan Elektronik Manajemen Poli (SiJempol), aplikasi yang merupakan hasil inovasi BPPT untuk membantu penanganan pandemi.

Namun, tentunya tidak semua penyintas dapat mendonorkan plasma konvalesennya.

Hal itu karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, sesuai dengan apa yang ditetapkan Palang Merah Indonesia (PMI).

Satu diantaranya yakni bebas dari gejala Covid-19 setelah dinyatakan 14 hari pulih dari virus tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas