Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Anggota Komisi IX DPR: Distribusi Jadi Kunci Percepatan Vaksinasi Covid-19 

Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan apresiasi atas capaian vaksinasi yang telah menembus angka 100 juta lebih.

Anggota Komisi IX DPR: Distribusi Jadi Kunci Percepatan Vaksinasi Covid-19 
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Yahya Zaini 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah terus mempercepat vaksinasi Covid-19 agar tercapai dua juta vaksin per hari, sehingga target 70 persen masyarat tervaksinasi pada akhir 2021 dapat tercapai.

Anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan apresiasi atas capaian vaksinasi yang telah menembus angka 100 juta lebih sekarang ini yakni 66,78 juta (32,07 persen) dosis pertama dan  sebanyak 38,22 juta (18,35 persen) dosis kedua.

"Ini merupakan buah dari kerja keras pemerintah melakukan percepatan vaksinasi, khususnya sebulan terakhir. Dilihat dari jumlah orang yang divaksin, Indonesia menduduki ranking kelima di dunia, sebuah capaian yang patut dihargai dan diapresiasi," kata Yahya di Jakarta, Sabtu, (11/9/2021).

Meskipun demikian politikus Partai Golkar ini memberikan 4 catatan yang perlu diperhatikan pemerintah dalam melakukan percepatan vaksinasi.

Baca juga: Belum Divaksin, Puluhan Wisatawan Ditolak Masuk Objek Wisata Dieng

Pertama yakni menjamin ketersedian stok vaksin secara berkelanjutan. Kedua, mempercepat pendistribusian vaksin secara merata ke daerah. 

"Ketiga, menyediakan tenaga kesehatan secara memadai (vaksinator), terutama di daerah-daerah luar Jawa dan terkahir meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersedia di vaksin," katanya. 

Yahya menegaskan pendistribusian vaksin ke daerah menjadi kunci percepatan vaksinasi. Sebab, masih banyak daerah-daerah yang vaksinasinya dibawah 20  persen. Salah satu kendalanya karena ketersediaan vaksin yang terbatas, akibat distribusi yang tidak lancar.

"Pemerintah terus berupaya menyediakan dan mendatangkan vaksin dari berbagai jenis, mulai dari Sinovac, Astrazeneca, Sinopharm, Moderna dan terakhir Pfizer. Baik yang dibeli secara langsung maupun  yang diperoleh melalui bantuan bilateral dan multilarateral," pungkasnya.

Sebelumnya Indonesia kedatangan vaksin Covid-19 merk Sinovac pada Sabtu, (11/9/2021). Vaksin yang tiba berjumlah 2.075.000 dosis yang merupakan hasil kerjasama dengan Covax facility.

"Hari ini kita juga kembali menerima kedatangan vaksin Sinovac dalam bentuk jadi dengan jumlah  lebih dari 2 juta dosis," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono saat menyambut kedatangan vaksin secara virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Sementara itu pada hari yang sama, vaksin Johnson and Johnson untuk pertama kalinya tiba di Indonesia sebanyak 500 ribu dosis. Vaksin Johnson tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Belanda.

Dengan kedatangan vaksin tahap 56 dan 57 tersebut, maka total vaksin yang telah tiba di Indonesia bila dihitung dari kedatangan pertama Desember 2020 lalu yakni sebanyak 232 juta dosis. Pemerintah Indonesia, kata dia, akan terus berupaya mendatangkan vaksin untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi nasional.

"Baik dalam bentuk bahan baku bulk, maupun vaksin dosis jadi," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas