Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Riset Johns Hopkins University Tunjukkan 33 Persen Masyarakat Berusaha Peroleh Vaksin Covid-19

Seiring berjalannya program vaksin covid-19, ternyata ada sebagian masyarakat yang terkendala saat ingin melakukan vaksin. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Riset Johns Hopkins University Tunjukkan 33 Persen Masyarakat Berusaha Peroleh Vaksin Covid-19
Freepik
tindakan disipliner. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vaksin Covid-19 memang bukan satu-satunya jalan membantu mengatasi penularan. Namun, vaksin punya peranan penting dalam pencegahan. 

Selain untuk melindungi diri sendiri, tapi juga dapat melindungi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Terlebih lagi pada orang-orang yang mempunyai komorbid. 

Seiring berjalannya program vaksin, ternyata ada sebagian masyarakat yang terkendala saat ingin melakukan vaksin. 

Hal ini terungkap dari penelitian Johns Hopkins University dengan menggunakan responden dari 100 negara dunia. 

Nyatanya di Indonesian, dalam lima bulan terakhir, keinginan mereka yang ingin divaksin semakin bertambah. Sayangnya, sebesar 33 persen di bulan September ini mereka masih berusaha mendapatkan vaksin.  

"Sekitar 33 persen dari responden belum divaksin, namun ingin mencoba mendapakn vaksin, its good think," papar perwakilan Communication Science dan Research Jhons Hopkins Douglas Storey, dalam seminar virtual, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Penelitian Sebut 44 Persen Lansia Tak Mau Divaksin

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, penelitian ini mengungkapkan  beberapa hambatan yang menyebabkan sebagian masyarakat mencoba mendapatkan vaksin. 

"Sekitar 19 persen tidak bisa mendapat janji waktu vaksin. Selain itu 19 persen kesulitan meninggalkan pekerjaan. Dan, 17 persen tidak memenuhi syarat," kata Douglas lagi. 

Kesulitan menuju tempat vaksin karena minimnya transportasi pun juga memengaruhi hingga 14 persen. 

Ada pula yang tidak bisa memilih jenis vaksin yang diinginkan yaitu sebesar 9 persen. 

Oleh karenanya kata Douglas penting sekali untuk mengatasi hal tersebut. Yaitu dimulai dari peraturan dan perubahan akses dan suplai vaksin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas