Tribun

Serap Aspirasi di Bontang, Waka DPD RI Mahyudin Janji Perjuangkan Bendungan Suka Rahmat

Mahyudin juga akan memperjuangkan agar kewenangan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal nantinya dapat dikembalikan ke daerah.

Editor: Content Writer
Serap Aspirasi di Bontang, Waka DPD RI Mahyudin Janji Perjuangkan Bendungan Suka Rahmat
DPD RI
Wakil Ketua  DPD RI Mahyudin melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pada Sabtu (23/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam rangkaian serap aspirasi di Kalimantan Timur (Kaltim), Wakil Ketua DPD RI Mahyudin pada Sabtu (23/10/2021) melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Pada pertemuan silaturahmi yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long ini, Mahyudin disambut Wali Kota Basri Rase dan Wakil Wali Kota (Wawali) Najirah beserta jajaran Pemkot Bontang.

Dalam kesempatan ini Mahyudin mengatakan, kedatangannya dalam rangka menyisir sekaligus menerima aspirasi terkait permasalahan yang ada di Bontang, untuk selanjutnya diperjuangkan di tatanan pemerintah pusat. “Apalagi Kaltim ke depan, bakal menjadi kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Sebagai daerah penyangga IKN, industri di Bontang harus hidup,” ucapnya.

Mantan Wakil Ketua MPR RI (2014-201d9) ini menambahkan, beberapa permasalahan dan masukan yang bakal diperjuangkan ke Senayan di antaranya, pembangunan Bendungan Suka Rahmat sebagai upaya penanggulangan banjir di Kota Taman. Selain itu, permasalahan perbaikan Jalan poros Bontang-Samarinda, hingga maraknya kasus tambang ilegal.

Usulan lainnya yang diterima Mahyudin terkait pembangunan jalan khusus industri yang menghubungkan Bontang-Kutim. Sebab di masa mendatang, arus pengiriman barang dan jasa di dua daerah ini akan semakin banyak dan saling menguntungkan.

“Tentu hal ini bisa membuka lapangan pekerjaan, menimbulkan dampak ekonomi yang baik, dan muaranya dapat menyejahterakan masyarakat,” sebutnya.

Mahyudin mengaku optimistis, sejumlah aspirasi itu bakal ditindaklanjuti pemerintah pusat. Dirinya juga bakal berjuang, agar kewenangan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal nantinya dapat dikembalikan ke daerah. Dengan begitu daerah memiliki kewenangan untuk mengawasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.

Dalam kesempatan pertemuan ini, Basri Rase dalam sambutannya mengaku senang sekaligus bangga atas kedatangan Mahyudin ke Kota Taman. Dirinya berharap, sinergitas antara Pemkot Bontang dan DPD-RI dapat semakin terjalin baik, utamanya menyiapkan Bontang sebagai daerah penyangga IKN baru.

“Semoga dengan kerja sama yang baik ini, DPD RI bisa membantu memperjuangkan program-program Bontang di tingkat pusat,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas