Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hergun: THR 100 Persen Kado Terindah Dalam Peringatan May Day

Menurutnya, di awal Mei para pekerja sudah harus menerima THR. Hal tersebut merupakan kado terindah untuk mereka.

Hergun: THR 100 Persen Kado Terindah Dalam Peringatan May Day
Arief/nvl
Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah memberlakukan kebijakan semua perusahaan wajib membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya sebesar 100 persen tanpa dicicil demi pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Kebijakan itu sekaligus jadi kado terindah dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini.

Aturan THR tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Demikian disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan yang akrab disapa Hergun, Sabtu (1/5/2021), kepada Parlementaria. Dalam regulasi itu, THR paling lambat diberikan tujuh hari sebelum lebaran.

"Awal Mei para pekerja/buruh sudah harus menerima THR. Hal tersebut merupakan kado terindah untuk para pekerja/buruh yang pada hari ini (1 Mei,red) merayakan Hari Buruh Internasional," ujar Ketua Kelompok Fraksi Gerindra di Komisi XI DPR RI.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Realokasi THR Pejabat Negara untuk Bayarkan THR ASN Secara Penuh

Ia berharap, THR 100 persen bagi para pekerja/buruh ini dapat dipatuhi oleh para pengusaha.

Ditambahkannya, memang ada beberapa pengusaha yang mengeluhkan kondisi perusahaan yang belum pulih. Namun, sambungnya, perlu diingat bahwa negara sudah memberikan stimulus dalam program Pemulihan Ekonomi (PEN) yang nilainya ratusan triliun dan juga menyediakan program restrukturisasi kredit.

"Itu berarti pengusaha tidak sendirian dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Negara hadir menyelematkan para pengusaha dengan mengucurkan berbagai stimulus dan program pemulihan," ujar Ketua DPP Partai Gerindra ini.

Negara sudah membantu para pengusaha dan sekarang saatnya para pengusaha memenuhi kewajiban THR kepada para pekerja/buruh. Jadi konsepnya saling membantu dalam bingkai gotong royong menghadapi dampak pandemi Covid-19.

"Secara tidak langsung para pengusaha juga akan menikmati dampak ekonomi dari adanya THR tersebut dalam bentuk peningkatan permintaan dan penawaran," tegas Hergun.

Ia menegaskan, THR tidak hanya memperkuat daya beli para pekerja/buruh namun juga berkontribusi meningkatkan konsumsi masyarakat.

Baca juga: Polri Peringatkan Ormas, Tak Boleh Lakukan Pemerasan Berkedok THR kepada Pengusaha

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas